Sabtu, 28 Mei 2011

PSMS Habiskan Rp11,3 Miliar

Dana Rp7 miliar habis untuk membiayai pemain. 

Musim ini, PSMS Medan menghabiskan kurang lebih dana Rp11.300.000.000. Dana ini sebagian besar berasal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp7 miliar melalui dana hibah KONI Medan, dan Rp4 miliar dari berbagai sponsor.

Manajer PSMS Idris mengakui dana Rp7 miliar tersebut habis untuk membiayai pemain. “Sedangkan yang empat miliar yang dicarikan oleh kawan-kawan untuk biaya yang lainnya, itulah risiko seorang pengurus. Semoga tahun depan ada bantuan-bantuan lain yang kita harapkan. Kami juga bisa direfensikan agar ada sponsor yang mau mendekat,” ujarnya.

Idris mengatakan, musim depan, Ketua Umum PSMS Rahudman Harahap juga bisa membantu tim ini mendapatkan bantuan.

Idris juga menyinggung soal keinginan pihaknya, agar musim depan, PSSI Pusat bisa merealisasikan aspirasi dari PSMS, soal Superliga Indonesia bisa dibagi menjadi dua wilayah, ada di tim timur dan barat. “Agar bisa menghemat biaya dan tim-tim di delapan besar bisa masuk ISL,” tukasnya.

Selasa, 03 Mei 2011

PSMS berada di grup ketat

MEDAN - Sukses melangkah ke babak delapan besar, ujian berat kembali menanti PSMS Medan. Pada babak delapan besar nanti, PSMS dipastikan berada di grup B bersama PSAP Sigli, Mitra Kukar, dan Persiba Bantul.
   
PSMS pun harus bertarung maksimal jika ingin lolos. Pasalnya, tim penghuni lainnya tak bisa dianggap remeh. Hanya PSAP Sigli yang pernah dihadapi PSMS karena notabene berada di grup yang sama. Sementara dua tim pesaing lainnya, Ayam Kinantan masih buta kekuatan lawan.
   
Menilik peta di grup ini, persaingan diprediksi ketat. Mitra Kukar pantas diwaspadai. Sebagai pemuncak klasemen grup 2, tentunya tim asal Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, ini menjadi saingan serius. Kiprah Barientos cs sepanjang perjalanan di grup ditandai dengan 15 kemenangan, dua imbang dan tujuh kekalahan dari 24 laga.
  
Kehadiran dua mantan punggawa PSMS di Mitra Kukar juga menjadi pertimbangan, yakni Boy Jati Asmara dan Wijay. Sementara itu, Persiba Bantul cukup menjadi perhatian. Sama-sama finish di urutan ketiga klasemen akhir, Persiba hadir dengan ancaman dari kandidat top skor Divisi Utama pada diri Fortune Udo. Secara keseluruhan, Persiba mencetak 52 gol dan kebobolan 20 gol.
   
Di lain pihak, PSAP tetap berpotensi menjungkalkan PSMS meski peta kekuatannya sudah diketahui. Dari rekor pertemuan di grup I, keduanya saling mengalahkan. PSMS kalah 0-2 di Sigli, sedangkan PSAP pun tumbang dengan skor sama di Stadion Teladan Medan.
   
Yang membuat pertarungan ini berbeda adalah kehadiran Osas Saha, penambang gol tersubur PSAP dengan koleksi 30 gol. Sebelumnya, Saha absen di leg kedua. Agresivitas gol PSAP juga termasuk yang terbaik dibanding tim-tim peserta delapan besar lainnya. 53 kali membobol gawang lawan dan hanya 20 kali bobol.
   
Manajer PSMS, Idris SE meyakini persaingan di grup ini akan ketat bagi PSMS. Namun tak ada cerita menyerah sebelum bertarung. Apalagi inilah kesempatan PSMS untuk menapaki kembali tangga ISL.
   
“Memang jalan masih panjang. Tapi kita harus senantiasa optimis. Kalau berhasil jadi tuan rumah maka kita akan lebih berpeluang,” bebernya kepada Waspada Online.


PELUANG UNTUK JADI TUAN RUMAH 8 BESAR 
Soal peluang jadi tuan rumah, Idris yang mengikuti rapat penentuan  tuan rumah di kantor PSSI kemarin bilang PSMS punya kans besar. Pasalnya PSAP yang juga satu grup dengan PSMS turut menunjuk Stadion Teladan untuk jadi tuan rumah babak delapan besar pool B. “Itu nilai lebih karena PSAP juga meminta babak delapan besar dimainkan di Stadion Teladan. Semoga itu akan jadi pertimbangan PT LI, PSSI dan ANTV untuk memilih Medan jadi tuan rumah,” harap Idris.Memang rapat kemarin malam sempat ditunda karena semua tim yang lolos delapan besar ingin jadi tuan rumah. “Makanya rapat diulang lagi pada pukul 21.30 WIB namun para peserta delapan besar tidak diperkenankan ikuti rapat itu. Yang ikut rapat hanya PT LI, PSSI dan ANTV. Dan prinsipnya apapun keputusannya para peserta harus legowo,” sambung Idris. Sementara itu, Pool A babak delapan besar dihuni oleh Persiraja, Gresik United, Persidafon dan Persiram Raja Ampat.

Sabtu, 30 April 2011

Usman Tukul sesali pemberitaan media

MEDAN - Kerusuhan suporter yang terjadi usai laga tuan rumah Persitara kontra PSMS Medan di Stadion Tugu Jakarta Utara, Selasa kemarin, menyebabkan fans PSMS, Usman Tukul, terluka. Tapi dirinya menyesalkan pemberitaan keliru di Medan.
   
Disebutkan di beberapa media, bahwa Usman Tukul mengalami luka serius di leher dan pipi usai dibacok fans Persitara dan sempat kritis di rumah sakit. Menurut Tukul yang dikonfirmasi lewat telepon, Rabu,  dirinya hanya terkena lemparan botol oleh orang tidak dikenal.
   
“Memang betul 27 jahitan, tapi di pipi bukan di leher. Pemberitaan di Medan itu salah. Saya bukan dibacok, melainkan dilempar botol sama orang yang saya tidak kenal,” ujarnya sekaligus membantah dirinya sempat kritis.
   
“Saya sadar kok waktu dioperasi. Salah kalau di berita itu saya dibilang kritis. Usai operasi, saya pun langsung pulang,” tukasnya lagi.
   
Usman juga menyebutkan pemberitaan tersebut menciutkan nyali suporter PSMS yang berniat memberikan dukungan kepada M Affan Lubis cs pada pertandingan pamungkas menghadapi Persikabo Bogor, Sabtu (30/4) nanti.
   
Diirinya pun mengimbau kepada suporter Medan terutama PSMS Medan Fans Club (PFC) yang berniat mendukung langsung PSMS di Stadion Cibinong Bogor untuk tidak khawatir dan tetap hadir.
   
“Kami harap rekan-rekan tidak ciut, karena memang tidak ada apa-apa sama saya. Ayo, kita dukung PSMS berlaga di laga terakhirnya,” ajak Usman.
  
Koordinator PFC di Jakarta, Tonny Nainggolan, menyatakan PFC tetap akan mendukung The Killer di Stadion Cibinong Bogor dengan jumlah massa yang lebih banyak. “Ini penentuan PSMS, sayang untuk dilewatkan. Kami berharap suporter yang mau datang ke Bogor, jangan khawatir. Ini pertandingan penentu PSMS yang butuh dukungan suporter,” tandasnya.


PSMS GO 8 Besar, PFC  Siap Kawal Sang Kinantan
kemenangan PSMS vs Persikabo 2-3, mengantarkan PSMS ke babak 8 besar setelah pesaing beratnya persita tanggerang di tahan imbang tuan rumah persih tembilahan. Dan saat ini PSMS berada di posisi 3 group 1 liga tiphone divisi utama. dengan raihan poin 45 dari 24 kali laga. Dan Para sporter PFC siap akan mengawal tim kebanggaan kota medan itu di setiap laganya. Mudah-mudahan dengan dukungan (kami) para sporter , para punggawa merasa lebih bersemangat lagi ketika mendengar sorak-sorak anak medan.

Rabu, 27 April 2011

Setelah Pertandingan Persitara

Kami atas nama PSMS Medan Fans Club MENGECAM SEMUA MEDIA DI MEDAN YANG MEMBERIKAN BERITA YANG TIDAK SESUAI DENGAN SITUASI YANG SEBENARNYA TENTANG PA US (USMAN TUKUL) DAN MENGKONFIRMASI KEPADA ORANG YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. INGAT WAHAI PARA MEDIA...DENGAN PEMBERITAAN TIDAK BENAR ITU BISA BERAKIBAT BERKURANGNYA ANIMO PENONTON MEDAN UNTUK HADIR BOGOR. JANGAN HANYA KARENA MENGEJAR OMSET PSMS KALIAN KORBANKAN.K
Kesempatan bisa foto bersama dengan Pak Us dan rekan-rekan dari medan lainnya setelah selesai makan siang di soto betawi..hehehe. Gaya Pak Us seperti mau lawan Chris John hahaha
Berikut foto teman-teman PSMS Fans Club tadi malam jam 9an, Perhatikan Pak Us ditengah-tengah. Apakah dengan cap jempol yang di buat Pak Us bisa dikatakan kondisinya KRITIS......, Sekali lagi kami tegaskan kami sangat kecewa dengan pemberitaan Media di Medan yang terlalu membesarkan situasi ini. Harusnya media paham dengan pemberitaan itu keluarga Pak Us bisa jadi khawatir, Padahal tadi malam kami sdh bercanda ria.

Selasa, 26 April 2011

Tukul Dihajar Penonton Hingga Kritis

Ini kondisi terakhir Pak Us, jam 21.00,
jadi berita berita yg gak jelas jangan dipercaya
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Satu orang Suporter PSMS Medan bernama Usman Tukul, yang tergabung dalam sporter PSMS MEDAN FANS CLUB membela Ayam Kinantan berlaga melawan Persitara Jakarta Utara kritis akibat penyerangan yang dilakukan pendukung tim tuan rumah, Selasa (26/4/2011).

Informasi yang diperoleh Tribun dari Ketua Umum SmecK Hooligan Nata Simangunsong, Usman Tukul kritis karena dipukulin oleh suporter tim tuan rumah.

"Saya tadi baru berkoodinasi dengan kelompok suporter PSMS yang menonton langsung pertandingan. Dan informasi terakhir Usman dalam keadaan kritis karena dipukuli oleh penonton di sana. Saya juga dapat kabar saat ini dia tengah dirawat di rumah sakit," ujar Nata.

Dijelaskan Nata juga, kebrutalan para penonton Persita dikarenakan Usman yang mencoba melerai center back asing PSMS Vagner Luis yang bentrok dengan pendukung tim lawan.

Tetapi alih-alih melerai, Usman Tukul dikatakan Nata malah ikut dihajar penonton hingga keadaannya kritis. Nata juga mengesalkan pihak keamanan yang berjaga di pertandingan tersebut.

Katanya, aksi kekerasan yang dilakukan penonton terhadap suporter PSMS di Jakarta harusnya tidak terjadi jika pengamanan jeli mambaca situasi.

Minggu, 24 April 2011

Lini pertahanan jadi perhatian pelatih

MEDAN - Menjelang dua laga penentu ke putaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 menghadapi Persitara Jakarta Utara (26/4) dan Persikabo Bogor (30/4), Pelatih PSMS Medan, Suharto, mengaku pihaknya fokus menambah kekokohan barisan pertahanan.
   
Suharto sependapat selama melakoni tiga laga kandang terakhir di Stadion Teladan menghadapi PS Bengkulu, Persiraja Banda Aceh dan PSAP Sigli, lini bawah PSMS masih memiliki kelemahan.
   
Mujur penjaga gawang Andi Setiawan bermain baik dan menjaga gawang Ayam Kinantan dari kebobolan. Takut kejadian serupa terjadi saat menghadapi Persitara dan Persikabo, Suharto tidak mau mengambil resiko dan memfokuskan latihan dalam upaya mempersolid barisan bawah.
   
Diakuinya, dari ketiga laga terakhir kandang itu, terlihat permainan PSMS terlampau asyik menyerang hingga cendrung lupa bertahan. “Kondisi ini selalu terlihat di kubu PSMS  dalam setiap laga,” katanya.
   
Seperti menghadapi PSAP, serangan balik mereka membuat beberapa kali barisan pertahanan kewalahan. Menyoroti laga kontra PSAP itu, Suharto tidak membantah pemain bawah terkadang kurang disiplin dengan tanggungjawabnya.
   
“Tidak urung membuat gelandang seperti M Affan Lubis dan Donny Siregar serta Faisal Azmi bergantian berada di bawah ikut menghadang lawan yang berusaha menyusup ke area terlarang kami,” tambah Suharto.
   
Guna mengantisipasi kelemahan itu, Suharto bersama asisten Edi Syahputra terus melakukan perbaikan pada kelemahan yang tampak paling menonjol di kubu Ayam Kinantan itu. Sementara itu, Edi Syahputra menegaskan ofisial tak akan pernah menyerah membenahi kelemahan Novi Handriawan cs.
   
"Kita tidak pernah lelah untuk pembenahan, termasuk persoalan kedisiplinan pemain. Maka dari itu, dalam persiapan laga menghadapi Persitara dan Persikabo, kelemahan ini akan diminimalisir,” tambahnya.
   
Rombongan PSMS akan bertolak ke Jakarta pada Minggu lusa melalui Bandara Polonia Medan. Sehari kemudian, rombongan yang terdiri dari pengurus serta pemerhati PSMS akan menyusul ke Jakarta. Sementara itu, disebut-sebut fans PSMS seperti SMeCK Hooligan, KAMPAK FC, PSMS Fans Club pun berencana menyusul ke Jakarta dan Bogor.

Tapi Untuk saat ini yang telah hadir di jakarta baru sekelompok sporter PSMS Fans Club, yang bermarkas di Lebak bulus.

Apapun Ceritanya PSMS Kami Bela

CERITA NYATA PSMS MEDAN MASIH DIKENAL ORANG: Tanggal 24 April KAMI DARI PFC MEDAN UTARA BERANGKAT k'JAKARTA melalui BANDARA POLONIA MEDAN, tiba anak2 pfc medan di Soetha- PAK US, NUNU, Rony, Ronal, dkk, Go DaMRi menju RAWAMANGUN di Bus ini kami ktemu seorg bpk2 ngaku2 cinta mati sama PSMS" sjnak gk percya"tnyta dia tau semua riwayt hidup PSMS dri jaman hartp-marco.."gk lma kmi berhenti di RAWASARI..n trun yg membuat q lebih merinding.." MOBIL AVANZa plat B" hitm BErhenti & mbuka KACa dan berkata:" KITA RIBAK PERSITARA LAi" HoRaaass..

 -SAMPAI MATI UNTUK MU KINANTAN/ PFC-

Kawan-kawan berangkat ke Ibukota Untuk membuktikan kecintaan terhadap tim kebanggaan kota Medan, yg berjulk AYAM KINANTAN. Rombongan pertama berangkat pada hari sabtu pagi kemarin tepatnya tanggal 23 April pukul 09.15 wib, dengan menggunakan pesawat Lion Air, dan untuk Rombongan Kedua berangkat pada tanggal 26 Tepatnya hari selasa jam 06.45 wib menggunakan pesawat Lion Air. Mereka akan langsung menyusul di markas PFC lebak bulus, untuk sama - sama berangkat menghijauka stadion tugu jakarta utara.
suporter PSMS Medan yang hadir dijakarta ada PSMS MEDAN FANS CLUB dan Mereka sekarang berada di Sekret @PFC Lebakbulus

-SAMPAI MATI UNTUK MU KINANTAN/ PFC-

Selamat jalan kawan-kawan PFC, semoga keberangkatan kalian memberikan motivasi dan hal yang berharga buat team kebanggaan kita semua "PSMS MEDAN". Kami warga medan akan selalu mendoakan kalian semua....