Selasa, 07 September 2010

Tobar hilang, Chena melayang

MEDAN - PSMS Medan harus bersiap tanpa peran playmaker sebagai penyuplai bola-bola matang untuk para striker. Posisi yang tidak dimiliki skuad Ayam Kinantan dalam dua musim terakhir.
Setelah memutuskan untuk memulangkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, PSMS juga dipastikan tidak akan mendapatkan Gustavo Chena. Kepastian itu disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris SE.

Ditemui usai laga ujicoba kontra Gumarang FC di Stadion Teladan Medan malam ini, Idris mengakui Chena gagal diboyong kembali ke Medan. Gelandang asal Argentina itu memutuskan untuk memperpanjang kontrak dengan PSIS Semarang.

Padahal sebelumnya Idris cukup optimis untuk merekrut mantan bintang PSMS di Ligina 2007 itu. Kapasitas Chena diyakini Idris bisa melebihi Tobar yang fisiknya diragukan tim pelatih. “Awalnya dia memang bilang mau bermain disini. Tapi apa boleh buat dia sudah memperpanjang kontrak dengan PSIS,” tambahnya.

Alhasil kondisi ini berimbas buruk untuk PSMS. Meskipun kerap mempermasalahkan lini depan yang belum juga mendapatkan striker asing berkualitas, tak dipungkiri peran playmaker juga penting. Apalagi striker tidak akan bisa berbuat banyak tanpa suplai matang seorang playmaker.

Hal itu pun diakui Idris. Kehilangan Tobar sangat terasa pada ujicoba kontra Gumarang tadi sore yang berakhir imbang. “Memang kita tidak melihat adanya dukungan dari lini tengah kepada dua striker. Ya, kita cukup kehilangan peran Tobar (playmaker-red) di lini tengah. Hanya saja apakah mereka menyadari,” tambahnya.

Kebutuhan akan sosok playmaker diakui Idris harus segera terpenuhi. Untuk itu pihaknya sedang berusaha mencari penggantinya. Nama Sretko Mitrovic disebut-sebut sebagai pengganti yang sepadan. Pemain asal Bosnia-Herzegovina itu diketahui belum pernah merumput di Liga Indonesia.

Nasib duo striker asing, Amos Marah Kilmet dan Roberto Acosta, pun belum diputuskan. Menurut Idris, performa keduanya perlu dipantau lagi di laga ujicoba dan itu baru bisa dilakukan usai lebaran karena mulai Rabu ini pemain diliburkan menyambut Idul Fitri.

“Kita butuh memantau lagi performa mereka di ujicoba. Ya akan kita putuskan usai lebaran. Karena kita tidak bisa menilai secara instan. Apalagi kondisinya saat ini pemain letih,” pungkas Idris.

Minggu, 05 September 2010

PSMS ingin ‘pulangkan’ Chena

MEDAN - PSMS Medan masih berupaya mendapatkan pemain asing berkualitas. Bukan hanya tengah menyeleksi trio egiun asing Alejandro Tobar (Chile), Amos Marah (Liberia) dan Roberto Acosta (Paraguay), satu nama lain tengah dibidik memperkuat skuad Ayam Kinantan pada Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
   
Nama tersebut tak lain adalah mantan pemain PSMS, Gustavo Chena. Gelandang asal Argentina itu tengah dalam proses negosiasi dengan PSMS. Pada partai puncak Liga Indonesia tiga tahun silam, Chena turut andil mengantarkan PSMS yang akhirnya merebut gelar runner-up.
   
"Saat ini, kita ingin membawa Chena kembali ke Medan. Sementara kita lagi nego harga dan sepertinya seratus persen pemain yang bersangkutan mau main lagi di sini (PSMS-red). Asalkan harganya cocok," pungkas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, tadi malam.
      
Proses perekrutan pemain yang pernah merumput di Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan Deltras Sidoarjo ini memang berbeda dari legiun asing lainnya. Jika biasanya pemain asing terlebih dulu menjalani proses seleksi yang nantinya berujung ke negosiasi harga, Chena tak demikian. Hal itu dikarena kualitas pemain berusia 28 tahun itu yang menurut Idris tak perlu diragukan lagi.
      
"Untuk Chena tidak perlu seleksi lagi. Kita langsung nego harga saja karena memang tidak ragu untuk kualitasnya," tambah pria berdarah Aceh itu.
      
Namun PSMS tidak sendirian memburu Chena karena dikabarkan PSIS Semarang ingin memperpanjang kontraknya. Sebelumnya, Chena bergabung di paruh kedua kompetisi Divisi Utama lalu.

"Dia sebenanrnya mau ditarik lagi oleh PSIS, tapi saya tahan dulu. PSIS menawarkannya Rp650 juta. Jika kita bisa tambah 50 juta saja, dia bakal merapat ke Medan. Ini tinggal nunggu kesepakatan Chena saja," tambah Idris.
      
Sempar beredar kabar, PSIS telah mengikat 22 pemainnya. Dijelaskan Idris, ikatan tersebut baru sebatas pemain lokal dan karenanya manajemen berani melakukan negosiasi.

Jumat, 03 September 2010

KONTESTAN DIVISI UTAMA TAHUN 2010-2011

 

1. PSAP SIGLI

2. PSSB BIUREUN
...
3. PSLS LHOKSEMAWE

4. PERSIRAJA BANDA ACEH

5. PERSIK KEDIRI

6. PERSEBAYA SURABAYA

7. PERSITARA JAK UTARA

8. PERSIBA BANTUL

9 MOJOKORTO PUTRA

10 PERSIDAFON. DAFONSORO

11. PERSIPASI BEKASI

12. PERSIKABO BOGOR

13. PERSITA TANGGERANG

14. PERSIH TEMBILAHAN

15. PSMS MEDAN

16. PSDS DELISERDANG

17. PERSIKAB BANDUNG

18. GRESIK UNITED

19. PSIS SEMARANG

20. PRO DUTA SLEMAN

21. MITRA KUKAR

22. PPSM MAGELANG

23. PERSIKOTA TANGGERANG

24. PERSIPRO PPROBOLINGGO

25. PERSIGO GORONTALO

26. PERSEMAN MANOKUARI

27. PSIM YOGYAKARTA

28. PSIR REMBANG

29. PSBI BLITAR

30. PSS SLEMAN

31. PSCS CILACAP

32. PERSEKAM METRO FC MALANG

33. PS BENGKULU.

34. PERSERU SERUI.

35. PERSEMAIRA TUAL

36. BARITO PUTRA BANJARMASIN

37. PERSIKUBAR KUTAI BARAT.

DLL

 

 

 

Ahmad maulana di hargai 60 juta & Tobar Butuh Kepastian

MEDAN-Kepergian Ahmad Maulana memang masih menyisahkan cerita. Usut punya usut, pemain belakang ini dikabarkan pergi karena ada ketidaksesuaian masalah kontrak dengan pengurus.
Ceritanya, pengurus PSMS ‘hanya’ menawarkan kontrak baru sebesar Rp60 juta. Padahal, Ahmad Maulana meminta Rp80 juta. “Ya, nilainya tidak sesuai. Saya minta 80 (juta) tapi pengurus hanya hargai 60 (juta),” pemain yang akrab disapa Mitun itu.
Karena itu, bek jangkung ini mencoba peruntungannya dengan mengikuti seleksi bersama Pelita Jaya. “Sudah tiga hari seleksi, Bang. Tinggal tunggu pengumuman saja. Saya harap doa pendukung saya di Medan,” tambahnya.
Sebagai informasi, kontrak Ahmad Maulana untuk musim lalu Rp40 juta. Ya, sebuah nilai yang sejatinya sangat rendah untuk pemain profesional. Menanggapi hal ini, Sekum PSMS Idris mengatakan, pengurus hanya mengambil nilai positif tentang kepergian pemain muda kelahiran Binjai 27 Juli 1988 tersebut. “Ya, mungkin terlalu rendah kontraknya makanya dia keluar,” kata Idris.

Setelah 18 pemain lokal menandatangani kontraknya, kini bola panas bergulir kepada pemain asing. Ya, tinggal satu pemain legiun asing yang tersisa, Alejandro Tobar. Sayangnya, hingga kini nasib Tobar masih dalam tanda tanya besar.  Tak pelak, dirinya pun butuh kepastian.
Kondisi ini membuat Tobar bimbang. Ia butuh kejelasan secepatnya. Apalagi kompetisi akan segera bergulir. Jika PSMS Medan batal merekrutnya, bisa-bisa ia tidak memiliki klub untuk bermain. “Saya butuh kejelasan apakah saya jadi direkrut atau tidak. Saya pikir seleksi terhadap saya sudah terlalu lama. Karena awalnya menurut pengurus (Idris, Red) cukup dua hari saja. Tapi entah kenapa belum juga ada kepastian,” ujar pemain yang berusia 34 tahun itu di Mess Kebun Bunga, Kamis (2/9).
“Persita dan Persikabo juga hubungi saya tapi PSMS  lah masih prioritas, karena itu saya datang kesini. Saya sudah tahu kota ini. Orang-orang disini juga sudah tahu seperti apa saya,” tambahnya.
Sementara itu asisten pelatih  Suyono mengatakan Tobar akan ditentukan nasibnya pada saat uji coba Sabtu depan, namun lawannya belum ada. “Ya, lihat pertandingan uji coba lah, Sabtu nanti mau uji coba,” kata Suyono.
Sedangkan Sekretaris Umum PSMS Idris berharap Tobar lebih bersabar. “Ya, kalau Tobar, tunggu kata pelatih lah, kita lihat dulu nanti pada saat uji coba,” tegasnya.