Sabtu, 28 Mei 2011

PSMS Habiskan Rp11,3 Miliar

Dana Rp7 miliar habis untuk membiayai pemain. 

Musim ini, PSMS Medan menghabiskan kurang lebih dana Rp11.300.000.000. Dana ini sebagian besar berasal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp7 miliar melalui dana hibah KONI Medan, dan Rp4 miliar dari berbagai sponsor.

Manajer PSMS Idris mengakui dana Rp7 miliar tersebut habis untuk membiayai pemain. “Sedangkan yang empat miliar yang dicarikan oleh kawan-kawan untuk biaya yang lainnya, itulah risiko seorang pengurus. Semoga tahun depan ada bantuan-bantuan lain yang kita harapkan. Kami juga bisa direfensikan agar ada sponsor yang mau mendekat,” ujarnya.

Idris mengatakan, musim depan, Ketua Umum PSMS Rahudman Harahap juga bisa membantu tim ini mendapatkan bantuan.

Idris juga menyinggung soal keinginan pihaknya, agar musim depan, PSSI Pusat bisa merealisasikan aspirasi dari PSMS, soal Superliga Indonesia bisa dibagi menjadi dua wilayah, ada di tim timur dan barat. “Agar bisa menghemat biaya dan tim-tim di delapan besar bisa masuk ISL,” tukasnya.

Selasa, 03 Mei 2011

PSMS berada di grup ketat

MEDAN - Sukses melangkah ke babak delapan besar, ujian berat kembali menanti PSMS Medan. Pada babak delapan besar nanti, PSMS dipastikan berada di grup B bersama PSAP Sigli, Mitra Kukar, dan Persiba Bantul.
   
PSMS pun harus bertarung maksimal jika ingin lolos. Pasalnya, tim penghuni lainnya tak bisa dianggap remeh. Hanya PSAP Sigli yang pernah dihadapi PSMS karena notabene berada di grup yang sama. Sementara dua tim pesaing lainnya, Ayam Kinantan masih buta kekuatan lawan.
   
Menilik peta di grup ini, persaingan diprediksi ketat. Mitra Kukar pantas diwaspadai. Sebagai pemuncak klasemen grup 2, tentunya tim asal Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, ini menjadi saingan serius. Kiprah Barientos cs sepanjang perjalanan di grup ditandai dengan 15 kemenangan, dua imbang dan tujuh kekalahan dari 24 laga.
  
Kehadiran dua mantan punggawa PSMS di Mitra Kukar juga menjadi pertimbangan, yakni Boy Jati Asmara dan Wijay. Sementara itu, Persiba Bantul cukup menjadi perhatian. Sama-sama finish di urutan ketiga klasemen akhir, Persiba hadir dengan ancaman dari kandidat top skor Divisi Utama pada diri Fortune Udo. Secara keseluruhan, Persiba mencetak 52 gol dan kebobolan 20 gol.
   
Di lain pihak, PSAP tetap berpotensi menjungkalkan PSMS meski peta kekuatannya sudah diketahui. Dari rekor pertemuan di grup I, keduanya saling mengalahkan. PSMS kalah 0-2 di Sigli, sedangkan PSAP pun tumbang dengan skor sama di Stadion Teladan Medan.
   
Yang membuat pertarungan ini berbeda adalah kehadiran Osas Saha, penambang gol tersubur PSAP dengan koleksi 30 gol. Sebelumnya, Saha absen di leg kedua. Agresivitas gol PSAP juga termasuk yang terbaik dibanding tim-tim peserta delapan besar lainnya. 53 kali membobol gawang lawan dan hanya 20 kali bobol.
   
Manajer PSMS, Idris SE meyakini persaingan di grup ini akan ketat bagi PSMS. Namun tak ada cerita menyerah sebelum bertarung. Apalagi inilah kesempatan PSMS untuk menapaki kembali tangga ISL.
   
“Memang jalan masih panjang. Tapi kita harus senantiasa optimis. Kalau berhasil jadi tuan rumah maka kita akan lebih berpeluang,” bebernya kepada Waspada Online.


PELUANG UNTUK JADI TUAN RUMAH 8 BESAR 
Soal peluang jadi tuan rumah, Idris yang mengikuti rapat penentuan  tuan rumah di kantor PSSI kemarin bilang PSMS punya kans besar. Pasalnya PSAP yang juga satu grup dengan PSMS turut menunjuk Stadion Teladan untuk jadi tuan rumah babak delapan besar pool B. “Itu nilai lebih karena PSAP juga meminta babak delapan besar dimainkan di Stadion Teladan. Semoga itu akan jadi pertimbangan PT LI, PSSI dan ANTV untuk memilih Medan jadi tuan rumah,” harap Idris.Memang rapat kemarin malam sempat ditunda karena semua tim yang lolos delapan besar ingin jadi tuan rumah. “Makanya rapat diulang lagi pada pukul 21.30 WIB namun para peserta delapan besar tidak diperkenankan ikuti rapat itu. Yang ikut rapat hanya PT LI, PSSI dan ANTV. Dan prinsipnya apapun keputusannya para peserta harus legowo,” sambung Idris. Sementara itu, Pool A babak delapan besar dihuni oleh Persiraja, Gresik United, Persidafon dan Persiram Raja Ampat.

Sabtu, 30 April 2011

Usman Tukul sesali pemberitaan media

MEDAN - Kerusuhan suporter yang terjadi usai laga tuan rumah Persitara kontra PSMS Medan di Stadion Tugu Jakarta Utara, Selasa kemarin, menyebabkan fans PSMS, Usman Tukul, terluka. Tapi dirinya menyesalkan pemberitaan keliru di Medan.
   
Disebutkan di beberapa media, bahwa Usman Tukul mengalami luka serius di leher dan pipi usai dibacok fans Persitara dan sempat kritis di rumah sakit. Menurut Tukul yang dikonfirmasi lewat telepon, Rabu,  dirinya hanya terkena lemparan botol oleh orang tidak dikenal.
   
“Memang betul 27 jahitan, tapi di pipi bukan di leher. Pemberitaan di Medan itu salah. Saya bukan dibacok, melainkan dilempar botol sama orang yang saya tidak kenal,” ujarnya sekaligus membantah dirinya sempat kritis.
   
“Saya sadar kok waktu dioperasi. Salah kalau di berita itu saya dibilang kritis. Usai operasi, saya pun langsung pulang,” tukasnya lagi.
   
Usman juga menyebutkan pemberitaan tersebut menciutkan nyali suporter PSMS yang berniat memberikan dukungan kepada M Affan Lubis cs pada pertandingan pamungkas menghadapi Persikabo Bogor, Sabtu (30/4) nanti.
   
Diirinya pun mengimbau kepada suporter Medan terutama PSMS Medan Fans Club (PFC) yang berniat mendukung langsung PSMS di Stadion Cibinong Bogor untuk tidak khawatir dan tetap hadir.
   
“Kami harap rekan-rekan tidak ciut, karena memang tidak ada apa-apa sama saya. Ayo, kita dukung PSMS berlaga di laga terakhirnya,” ajak Usman.
  
Koordinator PFC di Jakarta, Tonny Nainggolan, menyatakan PFC tetap akan mendukung The Killer di Stadion Cibinong Bogor dengan jumlah massa yang lebih banyak. “Ini penentuan PSMS, sayang untuk dilewatkan. Kami berharap suporter yang mau datang ke Bogor, jangan khawatir. Ini pertandingan penentu PSMS yang butuh dukungan suporter,” tandasnya.


PSMS GO 8 Besar, PFC  Siap Kawal Sang Kinantan
kemenangan PSMS vs Persikabo 2-3, mengantarkan PSMS ke babak 8 besar setelah pesaing beratnya persita tanggerang di tahan imbang tuan rumah persih tembilahan. Dan saat ini PSMS berada di posisi 3 group 1 liga tiphone divisi utama. dengan raihan poin 45 dari 24 kali laga. Dan Para sporter PFC siap akan mengawal tim kebanggaan kota medan itu di setiap laganya. Mudah-mudahan dengan dukungan (kami) para sporter , para punggawa merasa lebih bersemangat lagi ketika mendengar sorak-sorak anak medan.

Rabu, 27 April 2011

Setelah Pertandingan Persitara

Kami atas nama PSMS Medan Fans Club MENGECAM SEMUA MEDIA DI MEDAN YANG MEMBERIKAN BERITA YANG TIDAK SESUAI DENGAN SITUASI YANG SEBENARNYA TENTANG PA US (USMAN TUKUL) DAN MENGKONFIRMASI KEPADA ORANG YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. INGAT WAHAI PARA MEDIA...DENGAN PEMBERITAAN TIDAK BENAR ITU BISA BERAKIBAT BERKURANGNYA ANIMO PENONTON MEDAN UNTUK HADIR BOGOR. JANGAN HANYA KARENA MENGEJAR OMSET PSMS KALIAN KORBANKAN.K
Kesempatan bisa foto bersama dengan Pak Us dan rekan-rekan dari medan lainnya setelah selesai makan siang di soto betawi..hehehe. Gaya Pak Us seperti mau lawan Chris John hahaha
Berikut foto teman-teman PSMS Fans Club tadi malam jam 9an, Perhatikan Pak Us ditengah-tengah. Apakah dengan cap jempol yang di buat Pak Us bisa dikatakan kondisinya KRITIS......, Sekali lagi kami tegaskan kami sangat kecewa dengan pemberitaan Media di Medan yang terlalu membesarkan situasi ini. Harusnya media paham dengan pemberitaan itu keluarga Pak Us bisa jadi khawatir, Padahal tadi malam kami sdh bercanda ria.

Selasa, 26 April 2011

Tukul Dihajar Penonton Hingga Kritis

Ini kondisi terakhir Pak Us, jam 21.00,
jadi berita berita yg gak jelas jangan dipercaya
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Satu orang Suporter PSMS Medan bernama Usman Tukul, yang tergabung dalam sporter PSMS MEDAN FANS CLUB membela Ayam Kinantan berlaga melawan Persitara Jakarta Utara kritis akibat penyerangan yang dilakukan pendukung tim tuan rumah, Selasa (26/4/2011).

Informasi yang diperoleh Tribun dari Ketua Umum SmecK Hooligan Nata Simangunsong, Usman Tukul kritis karena dipukulin oleh suporter tim tuan rumah.

"Saya tadi baru berkoodinasi dengan kelompok suporter PSMS yang menonton langsung pertandingan. Dan informasi terakhir Usman dalam keadaan kritis karena dipukuli oleh penonton di sana. Saya juga dapat kabar saat ini dia tengah dirawat di rumah sakit," ujar Nata.

Dijelaskan Nata juga, kebrutalan para penonton Persita dikarenakan Usman yang mencoba melerai center back asing PSMS Vagner Luis yang bentrok dengan pendukung tim lawan.

Tetapi alih-alih melerai, Usman Tukul dikatakan Nata malah ikut dihajar penonton hingga keadaannya kritis. Nata juga mengesalkan pihak keamanan yang berjaga di pertandingan tersebut.

Katanya, aksi kekerasan yang dilakukan penonton terhadap suporter PSMS di Jakarta harusnya tidak terjadi jika pengamanan jeli mambaca situasi.

Minggu, 24 April 2011

Lini pertahanan jadi perhatian pelatih

MEDAN - Menjelang dua laga penentu ke putaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 menghadapi Persitara Jakarta Utara (26/4) dan Persikabo Bogor (30/4), Pelatih PSMS Medan, Suharto, mengaku pihaknya fokus menambah kekokohan barisan pertahanan.
   
Suharto sependapat selama melakoni tiga laga kandang terakhir di Stadion Teladan menghadapi PS Bengkulu, Persiraja Banda Aceh dan PSAP Sigli, lini bawah PSMS masih memiliki kelemahan.
   
Mujur penjaga gawang Andi Setiawan bermain baik dan menjaga gawang Ayam Kinantan dari kebobolan. Takut kejadian serupa terjadi saat menghadapi Persitara dan Persikabo, Suharto tidak mau mengambil resiko dan memfokuskan latihan dalam upaya mempersolid barisan bawah.
   
Diakuinya, dari ketiga laga terakhir kandang itu, terlihat permainan PSMS terlampau asyik menyerang hingga cendrung lupa bertahan. “Kondisi ini selalu terlihat di kubu PSMS  dalam setiap laga,” katanya.
   
Seperti menghadapi PSAP, serangan balik mereka membuat beberapa kali barisan pertahanan kewalahan. Menyoroti laga kontra PSAP itu, Suharto tidak membantah pemain bawah terkadang kurang disiplin dengan tanggungjawabnya.
   
“Tidak urung membuat gelandang seperti M Affan Lubis dan Donny Siregar serta Faisal Azmi bergantian berada di bawah ikut menghadang lawan yang berusaha menyusup ke area terlarang kami,” tambah Suharto.
   
Guna mengantisipasi kelemahan itu, Suharto bersama asisten Edi Syahputra terus melakukan perbaikan pada kelemahan yang tampak paling menonjol di kubu Ayam Kinantan itu. Sementara itu, Edi Syahputra menegaskan ofisial tak akan pernah menyerah membenahi kelemahan Novi Handriawan cs.
   
"Kita tidak pernah lelah untuk pembenahan, termasuk persoalan kedisiplinan pemain. Maka dari itu, dalam persiapan laga menghadapi Persitara dan Persikabo, kelemahan ini akan diminimalisir,” tambahnya.
   
Rombongan PSMS akan bertolak ke Jakarta pada Minggu lusa melalui Bandara Polonia Medan. Sehari kemudian, rombongan yang terdiri dari pengurus serta pemerhati PSMS akan menyusul ke Jakarta. Sementara itu, disebut-sebut fans PSMS seperti SMeCK Hooligan, KAMPAK FC, PSMS Fans Club pun berencana menyusul ke Jakarta dan Bogor.

Tapi Untuk saat ini yang telah hadir di jakarta baru sekelompok sporter PSMS Fans Club, yang bermarkas di Lebak bulus.

Apapun Ceritanya PSMS Kami Bela

CERITA NYATA PSMS MEDAN MASIH DIKENAL ORANG: Tanggal 24 April KAMI DARI PFC MEDAN UTARA BERANGKAT k'JAKARTA melalui BANDARA POLONIA MEDAN, tiba anak2 pfc medan di Soetha- PAK US, NUNU, Rony, Ronal, dkk, Go DaMRi menju RAWAMANGUN di Bus ini kami ktemu seorg bpk2 ngaku2 cinta mati sama PSMS" sjnak gk percya"tnyta dia tau semua riwayt hidup PSMS dri jaman hartp-marco.."gk lma kmi berhenti di RAWASARI..n trun yg membuat q lebih merinding.." MOBIL AVANZa plat B" hitm BErhenti & mbuka KACa dan berkata:" KITA RIBAK PERSITARA LAi" HoRaaass..

 -SAMPAI MATI UNTUK MU KINANTAN/ PFC-

Kawan-kawan berangkat ke Ibukota Untuk membuktikan kecintaan terhadap tim kebanggaan kota Medan, yg berjulk AYAM KINANTAN. Rombongan pertama berangkat pada hari sabtu pagi kemarin tepatnya tanggal 23 April pukul 09.15 wib, dengan menggunakan pesawat Lion Air, dan untuk Rombongan Kedua berangkat pada tanggal 26 Tepatnya hari selasa jam 06.45 wib menggunakan pesawat Lion Air. Mereka akan langsung menyusul di markas PFC lebak bulus, untuk sama - sama berangkat menghijauka stadion tugu jakarta utara.
suporter PSMS Medan yang hadir dijakarta ada PSMS MEDAN FANS CLUB dan Mereka sekarang berada di Sekret @PFC Lebakbulus

-SAMPAI MATI UNTUK MU KINANTAN/ PFC-

Selamat jalan kawan-kawan PFC, semoga keberangkatan kalian memberikan motivasi dan hal yang berharga buat team kebanggaan kita semua "PSMS MEDAN". Kami warga medan akan selalu mendoakan kalian semua....

Kamis, 21 April 2011

Hindari Tekanan

MEDAN – Jelang duel tandang kontra Persitara dan Persikabo akhir bulan ini, skuad PSMS pantang tertekan. Pasalnya dua laga itu merupakan laga penentuan, apakah PSMS mampu lolos ke babak delapan besar.
Dalam kondisi ini, masih beruntung PSMS berhasil menang di tiga laga kandang terakhir kontra PS Bengkulu (2-0), Persiraja (2-0) dan PSAP (2-0). Raihan enam angka plus tak kebobolan tentu saja menaikkan mental skuad. Tapi ternyata masih ada yang mengganjal di hati sang arsitek, Suharto. Menurutnya, mental para pemain masih labil.
Suharto menilai, pada saat menguasai bola, M Affan Lubis dkk masih kesulitan mengolah si kulit bundar terutama menentukan skema penyerangan.
“Kepercayaan diri skuad masih tak stabil. Itu yang selama ini tetap menjadi kendala melakukan serangan. Saat latihan 4-4-2, penguasaan bola mereka bagus, tapi saat pertandingan sebenarnya tidak keluar,” ujar Suharto kemarin.
Kalau kondisi itu bertahan, maka dipastikan PSMS akan kesulitan di dua laga tandang itu. Sepanjang musim ini, PSMS baru bisa mengumpulkan empat poin di laga kandang. Seri kontra Persita (1-1) dan menang kontra Persires (2-1). Selebihnya, PSMS takluk. Bahkan kesulitan mencetak gol di kandang lawan.
Dan sebagai bahan pembenahan, PSMS kebanyakan mencetak gol lewat bola-bola mati. Seperti yang diutarakan Suharto, skuad masih kesulitan memahami strategi.
Agar tim membaik, Suharto coba memberi menu latihan yang disebut Complex Trainning. Memadukan kecepatan dan kerjasama tim, Suharto menginstruksikan skuad asuhannya lebih memperbanyak latihan ball posession.
“Kita harus coba terus memperbaiki apa yang masih lemah. Tidak ada yang sempurna, tapi kita bisa menuju sempurna. Yang kami lakukan sekarang itu membenahi ball posession dan finishing,” ungkap pria 46 tahun itu.
Dia mengakui, menghadapi Persitara di kandangnya lebih sulit, apalagi dengan keadaan yang sekarang. Untuk itu, selain membenahi teknik, kebersamaan tim merupakan hal lain yang harus dipupuk.
“Kekompakan tim adalah yang utama. Kita harus bisa menjadi sebuah tim yang solid,” harap Suharto.
Kalau berhasil menang kontra Persitara dan imbang saja dengan Persikabo, maka PSMS akan berada di zona aman untuk melangkah ke babak selanjutnya. “Satu kemenangan dan satu seri sudah bagus,” pungkas mantan pemain PSMS era 80-an itu

Selasa, 19 April 2011

Merajut Asa Tandang

MEDAN- PSMS hanya butuh empat poin untuk memastikan langkah ke babak delapan besar. Empat poin itu masih bisa digapai ketika PSMS melawat ke markas Persitara (26/4) dan Persikabo Bogor (30/4) mendatang. Dari seluruh kontestan di tiga wilayah Divisi Utama musim ini, PSMS merupakan klub di peringkat tiga terbaik dengan raihan poin di atas 40. PSMS memiliki 42 poin dari 22 laga. Artinya, melenggang ke babak selanjutnya masih terbuka lebar.
“Kami akan memaksimalkan persiapan di Medan sebelum berangkat ke Jakarta, Minggu (24/4) nanti,” ujar Pelatih PSMS, Suharto di Mes Kebun Bunga Medan, kemarin (18/4).
Suharto merincikan, latihan persiapan akan digelar mulai hari ini pagi dan sore. Sementara besok, dengan intensitas yang sama, latihan akan digelar di Stadion Teladan Medan. “Kamis (21/4) pagi hari, Jumat (22/4) latihan kami liburkan. Latihan terakhir di Medan Sabtu (23/4) pagi-sore sebelum kami berangkat hari Minggu (24/4),” bebernya.
Tidak salah kalau skuad PSMS memiliki keseriusan yang tinggi jelang dua laga pamungkas tersebut. Jika berhasil memenangkan dua pertandingan terakhir, PSMS kemungkinan masih berpeluang untuk kokoh di posisi runner-up menyalip PSAP Sigli. PSAP Sigli yang saat ini mengantongi 44 poin, hanya tinggal melakoni satu pertandingan lagi di kandang menghadapi PS Bengkulu 30 April mendatang. Jika mampu memenangkan pertandingan, PSAP hanya akan meraih 47 poin.
Sementara untuk PSMS yang saat ini mengantongi 42 poin, dua kemenangan di dua laga terakhir akan membuat PSMS meraih 48 angka, selisih satu lebih banyak dengan PSAP Sigli. “Betul. Harapan PSMS naik paling tidak posisi kedua terbuka kalau bisa memenangkan dua pertandingan mendatang. Tapi satu kemenangan saja saya rasa sudah cukup membuat PSMS aman,” ungkap Suharto.
Melawat ke Jawa, Suharto pun akan membawa lebih banyak amunisi. Selain 19 pemain yang dimiliki saat ini minus Zulkarnain yang harus istirahat pasca menjalani operasi pengangkatan cairan di tendon kaki kirinya, PSMS juga membawa serta dua pemain yang kerap mengikuti latihan bersama PSMS, yakni James Zaidan Saragih dan Madya Siregar.
Di samping persiapan yang bakal digeber, skuad PSMS juga tengah bahagia lantaran bonus yang tertunggak sudah dicarikan. Jumlah keseluruhannya pun lumayan Rp60 juta.
“Ya, sudah dibayarkan semua. Alhamdulillah ada tambahan juga lima juta rupiah untuk pemain,” pungkas Suharto sembari menjelaskan bahwa hari ini, seluruh pemain seperti dijanjikan juga akan memperoleh gaji bulan Maret.
Sementara itu, kondisi fisik seluruh skuad terbilang safety dari cedera. Meski laga kontra PSAP lalu sangat keras, namun nyaris semua pemain dalam kondisi aman. Sebetulnya kekhawatiran sempat melanda Ari Yuganda. Man of the match laga kontra PSAP itu disinyalir kembali cedera. Namun dikonfirmasi ke dokter tim, Roriwansyah Pane disebutkan bahwa tidak ada pemain yang bermasalah. “Saya tidak mendapat laporan ada pemain yang cedera. Berarti semua lancar-lancar saja. Apalagi baru dapat bonus,” kata Rory.

Senin, 18 April 2011

Benny dan Suharto bersyukur

MEDAN - Asisten Manajer PSMS Drs Benny Tomasoa merasa bersyukur atas kemenangan tim asuhannya dari PSAP 2-0, di laga terakhir kandangnya di Divisi Utama Liga Indonesia grup I  di Stadion Teladan Medan Minggu malam kemarin.
   
Dan kepada puluhan ribuan penonton yang memadati stadion kebanggaan masyarakat Medan itu, dia menyatakan salut dan berterima kasih atas dukungan yang mereka berikan di sepanjang pertandingan, ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.
   
“Mudah-mudahan dua kemenangan terakhir ini menjadi metivasi bagi para pemain untuk memenagkan laga tandanya di Jakarta dan Bogor, sehingga membuka peluang PSMS untuk masuk 8 Besar yang rencananya akan dilangsungkan di kota bagi tim yang menjadi juara grup I,” katanya.
   
Benny mengakui, perjuangan M Affan Lubis dan kawan-kawan cukup berat bila dibandingkan saat mengalahkan Persiraja di laga sebelumnya di tempat yang sama. PSMS sendiri akan bertolak ke Jakarta untuk menghadapi tim tuan rumah Persitara Jakarta Utara (26 April) dan Persikabo Bogor pada 30 April nanti.
   
Sementara itu, pelatih Suharto menyatakan kemenangan ini harus disyukuri dan dia menyatakan perjuangan para pemain patut mendapat pujian karena mereka berjuang tanpa mengenal lelah tidak henti-hentinya selama pertandingan 90 menit.
   
Untuk mengembalikan stamina dan fisik para pemain, mereka Senin ini akan disitrahatkan dari latihan, kata Suharto yang didampingi dua asistennya H Edy Syahputra dan Donny Latuperissa.
   
Ketiganya juga berharap dalam menghadapi dua laga terakhir di kandang lawan, masyarakat  Medan khususnya dan Sumut umum tetap mendoakan PSMS agar bisa bertanding di putaran 8 Besar.

Minggu, 17 April 2011

Penutup manis dari Ari Yuganda cs

MEDAN - Setelah dikalahkan Pro Titan pada Kamis (14/4) lalu, PSAP Sigli kembali menuai kekalahan kedua dalam turnya di Medan pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
   
Pada malam ini, tuan rumah PSMS Medan menumbangkan PSAP 2-0. Kemenangan atas PSAP tersebut memastikan skuad Ayam Kinantan meraih tiga angka berkat gol dari kaki Ari Yuganda di menit 55 dan Rinaldo di menit 67.
   
"PSAP kualitasnya sebenarnya di atas PSMS. Terbukti PSAP terus berada di atas sejak awal musim. Yang jelas, kami bersyukur bisa menang pada pertandingan ini," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
   
Sejak menit-menit awal PSMS berupaya menekan. Namun pertahanan PSAP sangat kokoh untuk ditembus. Serangan PSMS acap patah sebelum bola masuk ke kotak penalti Gaston  Castano terus mendapat pengawalan ketat dari Sylla Bamba sedikit gerah dan hampir bersitegang.
   
PSMS baru benar-benar mengancam di menit ke 9. Kali ini umpan silang Gaston coba ditanduk Rahmad. Namun bola sedikit melenceng. Sementara PSAP coba mengancam lewat Moussa Troure, namun tembakannya belum tepat sasaran.
   
Lewat skema serangan balik di menit 22  PSMS menekan lewat kerjasama Mahadi dan Gaston namun bola silang Gaston gagal diteruskan striker berusia 19 tahun ini. Menit 24, kerjasama apik Donny F Siregar dan Gaston gagal dieksekusi dengan sempurna oleh striker Argentina itu setelah tendangan kaki kanannya diamankan Maskur.
   
Menit 55, kerjasama Donny Siregar dan Ari Yuganda berbuah manis. Dengan tenang, Ari menendang bola ke sudut kiri atas gawang Maskur.     Upaya mendambah daya gedor dilakukan Suharto dengan memasukkan Rinaldo dan Almiro Valadares.
   
Gol tambahan PSMS akhirnya terjadi menit 67. Rinaldo yang lolos dari jebakan offside mengelabui Maskur dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Tertinggal dua gol, PSAP mencoba bangkit. Menit 70, PSAP mengancam lewat Pondra. Namun tendangan volinya melebar. Begitupula dengan usaha Sayuti yang melakukan tembakan spekulasi.
   
Usaha terakhir dilakukan Moussa yang melewati tiga pemain PSMS. Meski terjatuh di daerah terlarang, wasit tidak menunjuk titik putih. Asisten Manajer PSAP, M Yusuf, menilai laga berjalan sangat baik.
   
"Namun saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Salah satunya ketika Moussa Troure seharusnya mendapatkan penalti. Tapi, saya akui PSMS bermain baik dan absennya Osas Saha membuat permainan kami sedikit menurun," ujarnya.

Sabtu, 16 April 2011

Liputan6.tv :: Bus Pemain Persiraja Diserang Massa ::

Liputan6.tv :: Bus Pemain Persiraja Diserang Massa ::

Tiga Angka Harga Mati

PSMS akan melakoni laga berat kontra pemuncak klasemen sementara Divisi Utama Wilayah I, PSAP Sigli Minggu (17/4). Apapun ceritanya, manajemen menginginkan tiga angka sebagai upaya mengamankan posisi menuju babak delapan besar.
“Apapun ceritanya kita butuh kemenangan. Target di tiga laga kandang terakhir adalah menuai 42 poin. Makanya harus menang melawan PSAP,” kata Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa kemarin.
Benny juga menyadari bahwa PSAP merupakan tim kuat yang harus diwaspadai. Meski PSAP kalah mengejutkan dari tim lemah Pro Titan di laga terakhirnya, PSMS mesti tetap waspada.
“Itulah sepak bola. Kadang ada kejutan yang bisa membuyarkan konsentrasi. PSMS harus tetap waspada demi kemenangan,” kata Benny. “PSAP adalah tim kuat, kita harus bisa menghentikannya,” lanjut pria berdarah Ambon itu.
PSMS saat ini memiliki poin 39 dan duduk di peringkat tiga. Tapi posisi itu masih belum nyaman karena masih berpeluang dikudeta tiga klub sekaligus, Persih, Persipasi hingga Persita yang masing-masing duduk di peringkat 4, 5 dan 6.  Makanya kita jangan sampai tergelincir,” harap Benny.
Terlepas dari hal itu, PSMS juga mesti serius terhadap sisi nonteknis. Salah satunya soal bonus pemain yang menunggak beberapa bulan. Soal gaji bulan ini juga masih molor. Sedikit banyak kondisi ini diyakini mempengaruhi performa tim secara keseluruhan. (ful)

PSMS belum lihat kekuatan sebenarnya PSAP

MEDAN - Duel kontra PSAP Sigli di Stadion Teladan, Minggu besok, akan menjadi duel menegangkan bagi PSMS Medan. Duel terakhir di kandang musim ini membuat PSMS bertekad menghadirkan kemenangan bagi publik Medan.
   
Selain itu tambahan tiga angka sangat dibutuhkan untuk menjaga peluang menembus babak delapan besar. Bukan hanya itu lawan yang dihadapi kali ini adalah sang pemuncak klasemen. Artinya duel ini diprediksi akan menyulitkan Affan Lubis dkk.
   
Meski PSAP ditumbangkan Pro Titan yang notabene tim papan bawah, bukan berarti PSMS bisa melenggang dengan mulus meraih kemenangan. Hal itu disadari Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra. Dari hasil pantauannya di Teladan, ia yakin PSAP belum memperlihatkan kekuatan sebenarnya.
   
“Kalau kita lihat sebagai pemuncak klasemen mereka sepertinya tampil di bawah form. Mereka ikut alur permainan lawan. Saya pikir itu belum kekuatan sebenarnya dari mereka. Saya yakin ada kekuatan yang mereka simpan,” ujar Edy kepada Waspada Online siang tadi.
   
Jika ditilik kekalahan PSAP dari Pro Titan kemarin cukup mengejutkan. Permainan yang diperagakan sebagai tim pemuncak klasemen sangat buruk dan kalah determinasi dari Pro Titan. Untuk itu, Edy berharap para pemainnya tetap menunjukkan penampilan maksimalnya. Baginya tidak ada kemenangan yang bisa diraih dengan mudah.
   
“Saya pikir selama ini kita mencari kemenangan dengan susah payah. Tidak ada yang kita raih dengan mudah. Itu yang kita tekankan kepada anak-anak. Saya yakin PSAP akan tampil berbeda pada duel Minggu nanti. Apalagi setiap tim yang berhadapan dengan PSMS selalu punya semangat tersendiri,” ujarnya.
   
Apalagi meski memuncaki klasemen posisi PSAP belum aman. Kekalahan 1-2 dari Pro Titan membuat selisih poin dari peringkat ketiga berbeda lima angka. Jika kembali kalah dari PSMS, selisih poin menciut menjadi hanya dua angka.
   
"PSAP belum safe. Mereka tentunya tak ingin melepaskan duel ini. Meski masih menyisakan satu pertandingan di Bengkulu, saya yakin mereka akan tampil habis-habisan," ujarnya.

Meski dua kali skuad diliburkan latihan sore karena lapangan dipakai menurut Edy tak akan mempengaruhi persiapan timnya. Pasalnya tim pelatih tetap meningkatkan intensitas pada latihan pagi.
   
“Kita selalu padatkan latihan pagi dengan intensitas tinggi. Jadi tidak masalah walaupun dua hari belakangan latihan sore ditiadakan. Tidak ada masalah dengan persiapan,” tukasnya.

Jumat, 15 April 2011

Bang Yos harapkan PSMS kembali berprestasi

MEDAN - Bagi Sutiyoso, nama PSMS Medan selalu membuatnya ingat dengan Piala Emas Bang Yos (PEBY). Meski hanya berstatus turnamen pemanasan pra kompetisi, kejuaraan yang diprakarsainya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta itu tetap bergengsi.
   
Dan nama PSMS terukir sebagai juara tiga kali, jumlah yang sama dengan penyelenggaraannya. Atas prestasinya itu, PSMS memboyong piala tetap Bang Yos ke Medan. Selain itu Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso, juga memberikan kehormatan kepada PSMS untuk menggelar kembali Piala Bang Yos di Medan.
   
“Saya sangat terkesan dengan PSMS. Tiga kali Piala Bang Yos digelar mereka menjuarainya tiga kali pula. Akhirnya, piala menjadi milik mereka dan saya beri kehormatan untuk mereka menggelar PEBY sebagai tuan rumah,” ujarnya kepada Waspada Online malam ini.
   
Melihat prestasi yang kemilau itu, Sutiyoso pun heran mengapa PSMS saat ini terjerembab di Divisi Utama, kasta kedua Liga Indonesia setelah Liga Super Indonesia. “Saya menyayangkan prestasi PSMS saat ini terpuruk. Mereka adalah salah satu klub besar yang sangat disegani dulu,” ujarnya.
   
Mendengar PSMS saat ini diketuai ketua umum baru pada sosok Walikota Medan Rahudman Harahap, Sutiyoso berharap PSMS bisa beranjak lebih baik. Meskipun dia tidak mengenal sosok yang dimaksudkan.
   
“Saya tidak mengenal sosoknya. Tapi saya harap Ketum yang baru ini bisa membawa PSMS berprestasi kembali. Sangat disayangkan PSMS saat ini terpuruk,” ujar pria yang kabarnya menjadi salah satu calon Ketua Umum PSSI ini.
   
Selain itu, Bang Yos berharap PSMS dapat menggelar amanahnya menggelar PEBY di Medan sebagai tuan rumah. “Sejak saat penyelenggaraan terakhir itu hanya berlalu begitu saja. Saya harap PSMS dapat menggelar PEBY lagi di Medan,” harap pria kelahiran Semarang 66 tahun silam ini.

Kamis, 14 April 2011

PSMS MEDAN FANS CLUB

PSMS Optimis Comeback ke Liga Super

Bola.net - PSMS Medan optimis mereka dapat menembus Liga Super Indonesia musim 2011-2012 mendatang bersaing dengan klub-klub elit lainnya di Indonesia.
"Kita akan berjuang mati-matian untuk menembus liga paling bergengsi di Indonesia itu. Untuk itu kami tetap mohon dukungan dari masyarakat Medan," kata Sekretaris Umum PSMS Medan, Idris, di Medan, Kamis.
Peluang untuk menembus Liga Super Indonesia (LSI) masih terbuka lebar, mengingat saat ini PSMS Medan menempati posisi tiga klasemen sementara di bawah PSAP dan Persiraja. Saat ini PSMS mengumpulkan nilai 39, tertinggal dari PSAP yang menempati posisi pertama dengan raihan 44 angka.
PSMS masih menyisakan tiga pertandingan lagi yakni menghadapi PSAP Minggu (17/4) di Stadion Teladan Medan, dan bertandang menghadapi Persitara Senin, 25 April 2011, serta menghadapi Persikabo di Bogor Sabtu 30 April 2011. "Kalau PSMS bisa menyapu bersih tiga laga sisa, kita akan mengumpulkan nilai 48. Tentunya langkah kita ke LSI terbuka lebar dengan catatan, PSAP dan Persiraja dilaga sisa mereka gagal menambah poin," katanya Idris lagi.

Dukungan penonton Menghadapi pemuncak papan atas PSAP Minggu 17 April 2011 mendatang, asisten manager PSMS, Beny Tomasoa mengatakan kemenangan hasil yang wajib bagi timnya, namun target tersebut tidak terlepas dari dukungan penonton sebagai pemain ke-12. Rekor delapan kali kemenangan dari sembilan laga kandang yang digelar di Teladan tidak lepas dari dukungan penonton yang memadati stadion tersebut dan untuk itu, ia berharap dukungan tersebut akan terus berlanjut nantinya.
"Selama ini, PSMS selalu tampil baik saat bermain di Teladan. Semua itu tidak terlepas dari dukungan penonton. Penonton sebagai pemain ke-12 selalu menjadi tenaga bagi pemain untuk menunjukkan semangat bertanding. Managemen berharap, publik Medan terus memberikan dukungan kepada kita," kata Beni.