MEDAN - Panitia penyelenggara laga kandang PSMS Medan menyebutkan mencetak 15 ribu tiket untuk laga kontra Persitara Jakarta Utara, Jumat (19/11) lalu. Di antaranya, 3000 tiket diperuntukkan untuk fans namun kenyataannya ada 2000 tiket lagi untuk fans di luar jumlah tersebut.
Hal itu terungkap dalam konferensi pers jelang laga kontra Persikabo Bogor di Mess Kebun Bunga Medan tadi sore. Menurut Ketua Umum SMeCK Hooligans, Nata Simangunsong, dirinya menjumpai adanya tiket yang bocor.
"Panpel tadi bilang tiket untuk fans ada 3000. Itu yang kita bagi dua dengan PSMS Medan Fans Club (PMFC). Ternyata di lapangan, kami jumpai ada 2000 tiket di luar itu untuk fans dan itu diperuntukkan bagi fans siluman yang massanya paling hanya 10 atau 12 orang," tukasnya.
Hal senada diucapkan Mukhlis yang merupakan perwakilan PMFC. "Kita kecewa ada 2000 tiket lain fans di luar jumlah tadi. Bahkan jumlah itu lebih besar dari yang kita terima. Padahal selama ini kita sejak awal mendukung PSMS secara total," tukasnya.
Fans siluman yang dimaksud adalah di luar dari SMeCK dan PMFC. Menurutnya, di luar dua kelompok suporter itu adalah fans ilegal. "Kita memang tidak bisa memberi materi, tapi moralitas kita punya dan kita selalu konsisten mendukung PSMS," tegasnya.
Untuk itu, dua kelompok suporter itu kembali meminta legalisasi dari pengurus PSMS. "Kita minta agar dilegaliasi bahwa kelompok supporter itu hanya ada dua. Jadi di luar itu ilegal dan kita anggap siluman," ketus Nata.
Menanggapi kejadian itu, pihak panpel mengaku baru mengetahuinya. "Kita baru tahu kalau ada kejadian seperti itu, tapi nanti akan kita tindak lanjuti," tukas Wakil Ketua Panpel, Drs Hendra DS.
Kamis, 25 November 2010
Rabu, 06 Oktober 2010
PSMS DI TANTANG LABUSEL, PSMS MEDAN FANS CLUB DUKUNG PSMS IKUT LPI
Medan, 6/10 (ANTARA) – Dalam rangkaian persiapan menghadapi kompetisi divisi utama Liga Indonesia dan Liga Primer Indonesia, tim PSMS akan melakukan uji tanding ditantang Persepara Torgamba, Labuhan Batu Selatan, 10 Oktober mendatang.
“PT Tasik Raja mengundang PSMS untuk menjadi lawan tanding Persatuan Sepakbola PT Tasik Raja (Persepara), Minggu mendatang. Kami bersedia dan pengurus pun setuju,” ujar asisten pelatih PSMS, Suyono, di Medan.
Suyono mengatakan, uji tanding tersebut dilakukan untuk memantapkan tim menerapkan metode latihan yang diberikan pelatih selama ini.
“Uji tanding ini sebagai evaluasi dari kekurangan yang terjadi pada waktu turnamen di Stabat (Ngogesa Sitepu Cup I). Beberapa kesalahan mendasar dilakukan tim secara keseluruhan,” katanya.
Suyono menyebutkan, penerapan metode datang dari belakang (coming from behind), penumpukan pemain pada saat pertandingan, serta “take in-take out” belum optimal dimainkan.
“Usai pertandingan itu evaluasi dilakukan dan menjadi meteri latihan tim. Jadi diharapkan hasilnya bisa diimpelementasikan pada pertandingan nanti,” ujar pegawai PT Pos Indonesia di Medan ini.
Ke-26 pemain PSMS rencananya bakal diboyong ke Torgamba untuk uji tanding itu dan akan berangkat dengan menggunakan kereta api jurusan Medan-Rantau Prapat yang berangkat Sabtu malam.
Meski hanya sebatas uji tanding, namun penampilan PSMS di sana bakal didukung penuh oleh PSMS Medan Fans Club.
Ketua Umum PSMS Medan Fans Club, Jannes Simanjuntak mengatakan, direncanakan PSMS Medan Fans Club akan berangkat ke Torgamba memberikan dukungan kepada M Afan Lubis dan kawan-kawan pada eksebisi tersebut.
“Jangankan cuma ke luar kota di wilayah Sumut, ke pulau Jawa pun kami tetap datang,” tandasnya.
Dan Kelompok suporter Medan Fans Club mendukung PSMS untuk mengikuti Liga Primer Indonesia, yang bakal digelar pertengahan Oktober 2010, ungkap Ketua Umum Medan Fans Club, Jannes Simanjuntak, di Medan.
“Kami mendukung sepenuhnya PSMS ke depan. Apalagi kami melihat, sejak ikut Liga Indonesia PSMS tidak ada melakukan pembinaan akibat kesulitan dana. Dengan Liga Primer Indonesia, kami berharap mampu menjadi pelopor perbaikan sepak bola Indonesia,” ujar Jannes.
Terkait ancaman pencoretan yang diumumkan PSSI kepada peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Jannes menyatakan hal itu bukan sebuah ancaman yang perlu ditakuti.
Apalagi selama ini, PSMS merupakan klub yang sering diperlakukan tidak adil oleh pemegang otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia.
“Pilihan yang terbaik itu ikut LPI. Kalau ancaman itu biasa. Kami juga sudah muak dengan PSSI sejak dari final PSMS tanpa penonton, lalu ketiadaan degradasi untuk beberapa klub tertentu. Hal itu menunjukkan selama ini PSMS juga sudah sering dirugikan,” ungkapnya.
Belum lagi dana APBD yang selama ini digelontorkan klub untuk mengikuti Liga Indonesia. Menurutnya, keikutsertaan PSMS di kompetisi sepak bola di tanah air itu menciptakan kerugian semata-mata.
Selain cuma menghambur-hamburkan uang rakyat, nyaris tidak ada keuntungan yang diperoleh dari ajang tersebut.
“Kalau memang PSMS merasa bisa untuk menjalankan Divisi Utama tanpa dukungan APBD, silakan saja. Tapi kalau hanya memanfaatkaan APBD untuk apa? Lagi pula selama ini fungsi manajer di klub divisi utama itu belum jelas,” tegasnya.
Berbeda dengan LPI yang mengusung profesionalitas klub sepak bola di Indonesia. Menurutnya, LPI juga akan membuat klub bisa profesional dengan manajemen yang jelas termasuk hubungan tim dengan sponsornya.
“Untuk PSSI, kami heran kenapa LPI dimusuhi kalau memang untuk memperbaiki sepak bola Indonesia? Lihat saja dulu Inggris dan Spanyol awalnya tidak jelas. Dengan adanya pionir untuk mengubah sepak bola, liga kedua negara itu menjadi yang terbaik di dunia. Kalau untuk perubahan positif, seharusnya didukung,” tandasnya.
“PT Tasik Raja mengundang PSMS untuk menjadi lawan tanding Persatuan Sepakbola PT Tasik Raja (Persepara), Minggu mendatang. Kami bersedia dan pengurus pun setuju,” ujar asisten pelatih PSMS, Suyono, di Medan.
Suyono mengatakan, uji tanding tersebut dilakukan untuk memantapkan tim menerapkan metode latihan yang diberikan pelatih selama ini.
“Uji tanding ini sebagai evaluasi dari kekurangan yang terjadi pada waktu turnamen di Stabat (Ngogesa Sitepu Cup I). Beberapa kesalahan mendasar dilakukan tim secara keseluruhan,” katanya.
Suyono menyebutkan, penerapan metode datang dari belakang (coming from behind), penumpukan pemain pada saat pertandingan, serta “take in-take out” belum optimal dimainkan.
“Usai pertandingan itu evaluasi dilakukan dan menjadi meteri latihan tim. Jadi diharapkan hasilnya bisa diimpelementasikan pada pertandingan nanti,” ujar pegawai PT Pos Indonesia di Medan ini.
Ke-26 pemain PSMS rencananya bakal diboyong ke Torgamba untuk uji tanding itu dan akan berangkat dengan menggunakan kereta api jurusan Medan-Rantau Prapat yang berangkat Sabtu malam.
Meski hanya sebatas uji tanding, namun penampilan PSMS di sana bakal didukung penuh oleh PSMS Medan Fans Club.
Ketua Umum PSMS Medan Fans Club, Jannes Simanjuntak mengatakan, direncanakan PSMS Medan Fans Club akan berangkat ke Torgamba memberikan dukungan kepada M Afan Lubis dan kawan-kawan pada eksebisi tersebut.
“Jangankan cuma ke luar kota di wilayah Sumut, ke pulau Jawa pun kami tetap datang,” tandasnya.
Dan Kelompok suporter Medan Fans Club mendukung PSMS untuk mengikuti Liga Primer Indonesia, yang bakal digelar pertengahan Oktober 2010, ungkap Ketua Umum Medan Fans Club, Jannes Simanjuntak, di Medan.
“Kami mendukung sepenuhnya PSMS ke depan. Apalagi kami melihat, sejak ikut Liga Indonesia PSMS tidak ada melakukan pembinaan akibat kesulitan dana. Dengan Liga Primer Indonesia, kami berharap mampu menjadi pelopor perbaikan sepak bola Indonesia,” ujar Jannes.
Terkait ancaman pencoretan yang diumumkan PSSI kepada peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Jannes menyatakan hal itu bukan sebuah ancaman yang perlu ditakuti.
Apalagi selama ini, PSMS merupakan klub yang sering diperlakukan tidak adil oleh pemegang otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia.
“Pilihan yang terbaik itu ikut LPI. Kalau ancaman itu biasa. Kami juga sudah muak dengan PSSI sejak dari final PSMS tanpa penonton, lalu ketiadaan degradasi untuk beberapa klub tertentu. Hal itu menunjukkan selama ini PSMS juga sudah sering dirugikan,” ungkapnya.
Belum lagi dana APBD yang selama ini digelontorkan klub untuk mengikuti Liga Indonesia. Menurutnya, keikutsertaan PSMS di kompetisi sepak bola di tanah air itu menciptakan kerugian semata-mata.
Selain cuma menghambur-hamburkan uang rakyat, nyaris tidak ada keuntungan yang diperoleh dari ajang tersebut.
“Kalau memang PSMS merasa bisa untuk menjalankan Divisi Utama tanpa dukungan APBD, silakan saja. Tapi kalau hanya memanfaatkaan APBD untuk apa? Lagi pula selama ini fungsi manajer di klub divisi utama itu belum jelas,” tegasnya.
Berbeda dengan LPI yang mengusung profesionalitas klub sepak bola di Indonesia. Menurutnya, LPI juga akan membuat klub bisa profesional dengan manajemen yang jelas termasuk hubungan tim dengan sponsornya.
“Untuk PSSI, kami heran kenapa LPI dimusuhi kalau memang untuk memperbaiki sepak bola Indonesia? Lihat saja dulu Inggris dan Spanyol awalnya tidak jelas. Dengan adanya pionir untuk mengubah sepak bola, liga kedua negara itu menjadi yang terbaik di dunia. Kalau untuk perubahan positif, seharusnya didukung,” tandasnya.
Selasa, 07 September 2010
Tobar hilang, Chena melayang
MEDAN - PSMS Medan harus bersiap tanpa peran playmaker sebagai penyuplai bola-bola matang untuk para striker. Posisi yang tidak dimiliki skuad Ayam Kinantan dalam dua musim terakhir.
Setelah memutuskan untuk memulangkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, PSMS juga dipastikan tidak akan mendapatkan Gustavo Chena. Kepastian itu disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris SE.
Ditemui usai laga ujicoba kontra Gumarang FC di Stadion Teladan Medan malam ini, Idris mengakui Chena gagal diboyong kembali ke Medan. Gelandang asal Argentina itu memutuskan untuk memperpanjang kontrak dengan PSIS Semarang.
Padahal sebelumnya Idris cukup optimis untuk merekrut mantan bintang PSMS di Ligina 2007 itu. Kapasitas Chena diyakini Idris bisa melebihi Tobar yang fisiknya diragukan tim pelatih. “Awalnya dia memang bilang mau bermain disini. Tapi apa boleh buat dia sudah memperpanjang kontrak dengan PSIS,” tambahnya.
Alhasil kondisi ini berimbas buruk untuk PSMS. Meskipun kerap mempermasalahkan lini depan yang belum juga mendapatkan striker asing berkualitas, tak dipungkiri peran playmaker juga penting. Apalagi striker tidak akan bisa berbuat banyak tanpa suplai matang seorang playmaker.
Hal itu pun diakui Idris. Kehilangan Tobar sangat terasa pada ujicoba kontra Gumarang tadi sore yang berakhir imbang. “Memang kita tidak melihat adanya dukungan dari lini tengah kepada dua striker. Ya, kita cukup kehilangan peran Tobar (playmaker-red) di lini tengah. Hanya saja apakah mereka menyadari,” tambahnya.
Kebutuhan akan sosok playmaker diakui Idris harus segera terpenuhi. Untuk itu pihaknya sedang berusaha mencari penggantinya. Nama Sretko Mitrovic disebut-sebut sebagai pengganti yang sepadan. Pemain asal Bosnia-Herzegovina itu diketahui belum pernah merumput di Liga Indonesia.
Nasib duo striker asing, Amos Marah Kilmet dan Roberto Acosta, pun belum diputuskan. Menurut Idris, performa keduanya perlu dipantau lagi di laga ujicoba dan itu baru bisa dilakukan usai lebaran karena mulai Rabu ini pemain diliburkan menyambut Idul Fitri.
“Kita butuh memantau lagi performa mereka di ujicoba. Ya akan kita putuskan usai lebaran. Karena kita tidak bisa menilai secara instan. Apalagi kondisinya saat ini pemain letih,” pungkas Idris.
Setelah memutuskan untuk memulangkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, PSMS juga dipastikan tidak akan mendapatkan Gustavo Chena. Kepastian itu disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris SE.
Ditemui usai laga ujicoba kontra Gumarang FC di Stadion Teladan Medan malam ini, Idris mengakui Chena gagal diboyong kembali ke Medan. Gelandang asal Argentina itu memutuskan untuk memperpanjang kontrak dengan PSIS Semarang.
Padahal sebelumnya Idris cukup optimis untuk merekrut mantan bintang PSMS di Ligina 2007 itu. Kapasitas Chena diyakini Idris bisa melebihi Tobar yang fisiknya diragukan tim pelatih. “Awalnya dia memang bilang mau bermain disini. Tapi apa boleh buat dia sudah memperpanjang kontrak dengan PSIS,” tambahnya.
Alhasil kondisi ini berimbas buruk untuk PSMS. Meskipun kerap mempermasalahkan lini depan yang belum juga mendapatkan striker asing berkualitas, tak dipungkiri peran playmaker juga penting. Apalagi striker tidak akan bisa berbuat banyak tanpa suplai matang seorang playmaker.
Hal itu pun diakui Idris. Kehilangan Tobar sangat terasa pada ujicoba kontra Gumarang tadi sore yang berakhir imbang. “Memang kita tidak melihat adanya dukungan dari lini tengah kepada dua striker. Ya, kita cukup kehilangan peran Tobar (playmaker-red) di lini tengah. Hanya saja apakah mereka menyadari,” tambahnya.
Kebutuhan akan sosok playmaker diakui Idris harus segera terpenuhi. Untuk itu pihaknya sedang berusaha mencari penggantinya. Nama Sretko Mitrovic disebut-sebut sebagai pengganti yang sepadan. Pemain asal Bosnia-Herzegovina itu diketahui belum pernah merumput di Liga Indonesia.
Nasib duo striker asing, Amos Marah Kilmet dan Roberto Acosta, pun belum diputuskan. Menurut Idris, performa keduanya perlu dipantau lagi di laga ujicoba dan itu baru bisa dilakukan usai lebaran karena mulai Rabu ini pemain diliburkan menyambut Idul Fitri.
“Kita butuh memantau lagi performa mereka di ujicoba. Ya akan kita putuskan usai lebaran. Karena kita tidak bisa menilai secara instan. Apalagi kondisinya saat ini pemain letih,” pungkas Idris.
Minggu, 05 September 2010
PSMS ingin ‘pulangkan’ Chena
MEDAN - PSMS Medan masih berupaya mendapatkan pemain asing berkualitas. Bukan hanya tengah menyeleksi trio egiun asing Alejandro Tobar (Chile), Amos Marah (Liberia) dan Roberto Acosta (Paraguay), satu nama lain tengah dibidik memperkuat skuad Ayam Kinantan pada Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
Nama tersebut tak lain adalah mantan pemain PSMS, Gustavo Chena. Gelandang asal Argentina itu tengah dalam proses negosiasi dengan PSMS. Pada partai puncak Liga Indonesia tiga tahun silam, Chena turut andil mengantarkan PSMS yang akhirnya merebut gelar runner-up.
"Saat ini, kita ingin membawa Chena kembali ke Medan. Sementara kita lagi nego harga dan sepertinya seratus persen pemain yang bersangkutan mau main lagi di sini (PSMS-red). Asalkan harganya cocok," pungkas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, tadi malam.
Proses perekrutan pemain yang pernah merumput di Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan Deltras Sidoarjo ini memang berbeda dari legiun asing lainnya. Jika biasanya pemain asing terlebih dulu menjalani proses seleksi yang nantinya berujung ke negosiasi harga, Chena tak demikian. Hal itu dikarena kualitas pemain berusia 28 tahun itu yang menurut Idris tak perlu diragukan lagi.
"Untuk Chena tidak perlu seleksi lagi. Kita langsung nego harga saja karena memang tidak ragu untuk kualitasnya," tambah pria berdarah Aceh itu.
Namun PSMS tidak sendirian memburu Chena karena dikabarkan PSIS Semarang ingin memperpanjang kontraknya. Sebelumnya, Chena bergabung di paruh kedua kompetisi Divisi Utama lalu.
"Dia sebenanrnya mau ditarik lagi oleh PSIS, tapi saya tahan dulu. PSIS menawarkannya Rp650 juta. Jika kita bisa tambah 50 juta saja, dia bakal merapat ke Medan. Ini tinggal nunggu kesepakatan Chena saja," tambah Idris.
Sempar beredar kabar, PSIS telah mengikat 22 pemainnya. Dijelaskan Idris, ikatan tersebut baru sebatas pemain lokal dan karenanya manajemen berani melakukan negosiasi.
Nama tersebut tak lain adalah mantan pemain PSMS, Gustavo Chena. Gelandang asal Argentina itu tengah dalam proses negosiasi dengan PSMS. Pada partai puncak Liga Indonesia tiga tahun silam, Chena turut andil mengantarkan PSMS yang akhirnya merebut gelar runner-up.
"Saat ini, kita ingin membawa Chena kembali ke Medan. Sementara kita lagi nego harga dan sepertinya seratus persen pemain yang bersangkutan mau main lagi di sini (PSMS-red). Asalkan harganya cocok," pungkas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, tadi malam.
Proses perekrutan pemain yang pernah merumput di Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan Deltras Sidoarjo ini memang berbeda dari legiun asing lainnya. Jika biasanya pemain asing terlebih dulu menjalani proses seleksi yang nantinya berujung ke negosiasi harga, Chena tak demikian. Hal itu dikarena kualitas pemain berusia 28 tahun itu yang menurut Idris tak perlu diragukan lagi.
"Untuk Chena tidak perlu seleksi lagi. Kita langsung nego harga saja karena memang tidak ragu untuk kualitasnya," tambah pria berdarah Aceh itu.
Namun PSMS tidak sendirian memburu Chena karena dikabarkan PSIS Semarang ingin memperpanjang kontraknya. Sebelumnya, Chena bergabung di paruh kedua kompetisi Divisi Utama lalu.
"Dia sebenanrnya mau ditarik lagi oleh PSIS, tapi saya tahan dulu. PSIS menawarkannya Rp650 juta. Jika kita bisa tambah 50 juta saja, dia bakal merapat ke Medan. Ini tinggal nunggu kesepakatan Chena saja," tambah Idris.
Sempar beredar kabar, PSIS telah mengikat 22 pemainnya. Dijelaskan Idris, ikatan tersebut baru sebatas pemain lokal dan karenanya manajemen berani melakukan negosiasi.
Jumat, 03 September 2010
KONTESTAN DIVISI UTAMA TAHUN 2010-2011
1. PSAP SIGLI
2. PSSB BIUREUN
...
3. PSLS LHOKSEMAWE
4. PERSIRAJA BANDA ACEH
5. PERSIK KEDIRI
6. PERSEBAYA SURABAYA
7. PERSITARA JAK UTARA
8. PERSIBA BANTUL
9 MOJOKORTO PUTRA
10 PERSIDAFON. DAFONSORO
11. PERSIPASI BEKASI
12. PERSIKABO BOGOR
13. PERSITA TANGGERANG
14. PERSIH TEMBILAHAN
15. PSMS MEDAN
16. PSDS DELISERDANG
17. PERSIKAB BANDUNG
18. GRESIK UNITED
19. PSIS SEMARANG
20. PRO DUTA SLEMAN
21. MITRA KUKAR
22. PPSM MAGELANG
23. PERSIKOTA TANGGERANG
24. PERSIPRO PPROBOLINGGO
25. PERSIGO GORONTALO
26. PERSEMAN MANOKUARI
27. PSIM YOGYAKARTA
28. PSIR REMBANG
29. PSBI BLITAR
30. PSS SLEMAN
31. PSCS CILACAP
32. PERSEKAM METRO FC MALANG
33. PS BENGKULU.
34. PERSERU SERUI.
35. PERSEMAIRA TUAL
36. BARITO PUTRA BANJARMASIN
37. PERSIKUBAR KUTAI BARAT.
DLL
Ahmad maulana di hargai 60 juta & Tobar Butuh Kepastian
MEDAN-Kepergian Ahmad Maulana memang masih menyisahkan cerita. Usut punya usut, pemain belakang ini dikabarkan pergi karena ada ketidaksesuaian masalah kontrak dengan pengurus.
Ceritanya, pengurus PSMS ‘hanya’ menawarkan kontrak baru sebesar Rp60 juta. Padahal, Ahmad Maulana meminta Rp80 juta. “Ya, nilainya tidak sesuai. Saya minta 80 (juta) tapi pengurus hanya hargai 60 (juta),” pemain yang akrab disapa Mitun itu.
Karena itu, bek jangkung ini mencoba peruntungannya dengan mengikuti seleksi bersama Pelita Jaya. “Sudah tiga hari seleksi, Bang. Tinggal tunggu pengumuman saja. Saya harap doa pendukung saya di Medan,” tambahnya.
Sebagai informasi, kontrak Ahmad Maulana untuk musim lalu Rp40 juta. Ya, sebuah nilai yang sejatinya sangat rendah untuk pemain profesional. Menanggapi hal ini, Sekum PSMS Idris mengatakan, pengurus hanya mengambil nilai positif tentang kepergian pemain muda kelahiran Binjai 27 Juli 1988 tersebut. “Ya, mungkin terlalu rendah kontraknya makanya dia keluar,” kata Idris.
Sebagai informasi, kontrak Ahmad Maulana untuk musim lalu Rp40 juta. Ya, sebuah nilai yang sejatinya sangat rendah untuk pemain profesional. Menanggapi hal ini, Sekum PSMS Idris mengatakan, pengurus hanya mengambil nilai positif tentang kepergian pemain muda kelahiran Binjai 27 Juli 1988 tersebut. “Ya, mungkin terlalu rendah kontraknya makanya dia keluar,” kata Idris.
Setelah 18 pemain lokal menandatangani kontraknya, kini bola panas bergulir kepada pemain asing. Ya, tinggal satu pemain legiun asing yang tersisa, Alejandro Tobar. Sayangnya, hingga kini nasib Tobar masih dalam tanda tanya besar. Tak pelak, dirinya pun butuh kepastian.
Kondisi ini membuat Tobar bimbang. Ia butuh kejelasan secepatnya. Apalagi kompetisi akan segera bergulir. Jika PSMS Medan batal merekrutnya, bisa-bisa ia tidak memiliki klub untuk bermain. “Saya butuh kejelasan apakah saya jadi direkrut atau tidak. Saya pikir seleksi terhadap saya sudah terlalu lama. Karena awalnya menurut pengurus (Idris, Red) cukup dua hari saja. Tapi entah kenapa belum juga ada kepastian,” ujar pemain yang berusia 34 tahun itu di Mess Kebun Bunga, Kamis (2/9).
“Persita dan Persikabo juga hubungi saya tapi PSMS lah masih prioritas, karena itu saya datang kesini. Saya sudah tahu kota ini. Orang-orang disini juga sudah tahu seperti apa saya,” tambahnya.
Sementara itu asisten pelatih Suyono mengatakan Tobar akan ditentukan nasibnya pada saat uji coba Sabtu depan, namun lawannya belum ada. “Ya, lihat pertandingan uji coba lah, Sabtu nanti mau uji coba,” kata Suyono.Sedangkan Sekretaris Umum PSMS Idris berharap Tobar lebih bersabar. “Ya, kalau Tobar, tunggu kata pelatih lah, kita lihat dulu nanti pada saat uji coba,” tegasnya.
Selasa, 31 Agustus 2010
PSMS Tak Mudah Cari Striker & PSMS Medan Masih Butuh Dua Pemain Asing Selain Tobar
PSMS Medan masih belum menemukan sosok striker yang pas untuk menggantikan Jacky Pasarela yang pindah ke PSM Makassar. Sudah puluhan pemain dicoba, tapi belum satupun yang cocok.
Pelatih PSMS Medan, Zulkarnain Pasaribu mengatakan, tim-nya belum menemuka sosok striker yang tepat. “Tidak mungkin memulai kompetisi tanpa striker yang berkualitas,” kata Zulkarnaen.
Persoalan ini harus segera diselesaikan, mengingat kompetisi Divisi Utama 2010/2011 bentar lagi akan bergulir. Tanpa pemain berkualitas, PSMS pasti akan kepayahan untuk mengejar target naik kasta ke Liga Super Indonesia.
Di lini depan, kini hanya ada Mahadi Rais. Nah, manajemen mencari seorang pemain untuk menjadi tandem Mahadi di depan. “Kita tidak lagi pakai cara seleksi. Langsung cari striker yang punya kualitas untuk menjadi pemain haus gol,” kata Sekum PSMS Medan, Idris.
Manajemen berencana mendatangkan mantan striker PSSI U–21, Donny Pane. Donny sebelumnya merumput di Tapanuli Selatan dan kemudian meneruskan ilmu sepakbola di Ragunan Jakarta.
Menurut Idris, musim lalu masalah PSMS adalah kualitas pemain yang pas-pasan dan striker yang tidak tajam.
PSMS Medan kini tinggal memiliki satu pemain asing, yakni Alejandro Tobar (Chili). Tiga pemain asing lain yang mengikuti seleksi, Martial (Kamerun), Luciano Theiler (Argentina) dan Rodrigo Santoni (Argentina) dilepas manajemen.
Sekretaris PSMS, Idris mengatakan, Tobar sudah dikenal pendukung PSMS saat berlaga di ISL. “Penampilannya mendongkrak prestasi PSMS Medan, sehingga menjadi tim yang disegani,” kata Idris.
Tobar yang kini cedera paha kiri ternyata masih bisa menunjukkan kemampuannya. “Penampilannya tidak terlalu terganggu. Hasil diagnosa dokter, cedera yang dialaminya tidak perlu dikhawatirkan,” kata Idris.
Kini PSMS Medan harus mendapatkan dua pemain asing untuk barisan bawah dan depan.
Jumat, 27 Agustus 2010
Alejandro Tobar comeback?
MEDAN - Bagi pecinta PSMS, nama Alejandro Tobar tentu masih melekat di memori. Playmaker asal Chile ini merupakan salah satu pemain asing yang sukses mengangkat pamor PSMS pada Liga Indonesia XI dan XII.
Kini Tobar dikabarkan berniat kembali masuk ke dalam sejarah Ayam Kinantan setelah terlihat hadir di Stadion Teladan, Jumat, untuk mengikuti seleksi bersama tiga pemain asing yang lebih dulu mencoba peruntungannya.
Diakui tim pemandu bakat, Suyono, Tobar tidak banyak berubah. Dari hasil pantauan, kemampuan Tobar yang terkenal dengan umpan-umpan akuratnya masih terlihat.
“Meskipun baru sehari, kita melihat dia masih punya sentuhan. Umpan-umpannya masih cukup bagus. Nanti kita lihat lagi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Suyono menambahkan Tobar sedikit mengalami nyeri di pahanya.
“Sepertinya dia tidak bisa memperlihatkan performa maksimalnya karena pahanya cedera. Tadi saya tanya dan Tobar mengatakan cederanya tidak terlalu serius,” tambah pegawai PT Pos Indonesia itu.
Usai berdiskusi dengan pelatih Zulkarnain Pasaribu, Suyono menjelaskan pihaknya masih mencari dua striker dan satu gelandang untuk pemain asing. Untuk lini belakang, dikatakan sudah cukup tangguh kendati bek Argentina Luciano Theiler masih akan dipantau pada ujicoba Sabtu ini.
Begitupun dengan Martial Poengoe yang nasibnya akan ditentukan pada ujicoba kontra Sumut FC itu. Jika gagal bermain maksimal, Martial akan dicoret dan Tobar masih diberi kesempatan selama beberapa hari ke depan.
Tobar terakhir kali merumput di Indonesia ketika memperkuat Persikab Bandung pada Divisi Utama 2008/2009 lalu. Namanya mulai melambung ketika memperkuat Persib Bandung dan PSMS sebelum absen dalam beberapa tahun terakhir.
Kini Tobar dikabarkan berniat kembali masuk ke dalam sejarah Ayam Kinantan setelah terlihat hadir di Stadion Teladan, Jumat, untuk mengikuti seleksi bersama tiga pemain asing yang lebih dulu mencoba peruntungannya.
Diakui tim pemandu bakat, Suyono, Tobar tidak banyak berubah. Dari hasil pantauan, kemampuan Tobar yang terkenal dengan umpan-umpan akuratnya masih terlihat.
“Meskipun baru sehari, kita melihat dia masih punya sentuhan. Umpan-umpannya masih cukup bagus. Nanti kita lihat lagi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Suyono menambahkan Tobar sedikit mengalami nyeri di pahanya.
“Sepertinya dia tidak bisa memperlihatkan performa maksimalnya karena pahanya cedera. Tadi saya tanya dan Tobar mengatakan cederanya tidak terlalu serius,” tambah pegawai PT Pos Indonesia itu.
Usai berdiskusi dengan pelatih Zulkarnain Pasaribu, Suyono menjelaskan pihaknya masih mencari dua striker dan satu gelandang untuk pemain asing. Untuk lini belakang, dikatakan sudah cukup tangguh kendati bek Argentina Luciano Theiler masih akan dipantau pada ujicoba Sabtu ini.
Begitupun dengan Martial Poengoe yang nasibnya akan ditentukan pada ujicoba kontra Sumut FC itu. Jika gagal bermain maksimal, Martial akan dicoret dan Tobar masih diberi kesempatan selama beberapa hari ke depan.
Tobar terakhir kali merumput di Indonesia ketika memperkuat Persikab Bandung pada Divisi Utama 2008/2009 lalu. Namanya mulai melambung ketika memperkuat Persib Bandung dan PSMS sebelum absen dalam beberapa tahun terakhir.
Kerangka Pemain PSMS sudah mulai terlihat....
MEDAN - Meskipun belum menuntaskan proses seleksi terhadap pemain asing, PSMS Medan sudah selayaknya punya kerangka tim untuk menjalankan skema permainan. Pasalnya, Divisi Utama akan segera bergulir dalam kurun waktu sebulan ke depan. Tentunya tim pelatih sudah mempersiapkan gambaran pemain-pemain yang akan mengisi materi utama musim depan.
Gambaran kerangka tim utama PSMS itu sudah bisa terlihat saat PSMS menggelar simulasi pertandingan dalam latihan maupun pada laga-laga ujicoba. Meski tak dipungkiri tim pelatih kerap melakukan bongkar pasang. Para pemain pun berlomba menunjukkan performa maksimalnya di setiap sesi latihan yang digelar.
Anggota Tim Pemandu Bakat PSMS Suyono mengakui, hampir 90 persen dari skuad inti pada simulasi PSMS merupakan calon skuad inti. "Hampir semuanya yang dipasang pada simulasi itu kandidat skuad inti. Paling ada beberapa yang dirubah, satu atau dua pemain," akunya tadi malam.
Di bawah mistar bersaing tiga nama perpaduan pemain berpengalaman dan pemain muda. Mereka adalah Syabani, Irwin Ramadhana dan Andi Setiawan. Untuk urusan jam terbang, Syabani pantas diunggulkan menempati posisi utama.
Pengalamannya memperkuat beberapa klub di tanah air seperti Persijap, Persija termasuk PSMS, menjadi nilai plus. Hal itu yang membuatnya lebih tenang di bawah mistar. Persaingan ketat pun terjadi di lini belakang.
Pengalaman Harry Syahputra berbicara di sini. Satu tempat akan diisi mantan bek timnas itu. Novi Handriawan juga cukup tangguh di belakang. Mantan bek PSDS itu akan didampingi eks bek Persiraja, Rahmat. Juga masih ada Parlin dan Ahmad Maulana Putra yang mungkin menjadi pemain pelapis.
Untuk posisi dua wing back tak dipungkiri menjadi milik Ari Yuganda dan Rifky Firdaus. Dua eks pemain PSDS itu punya kecepatan untuk diandalkan. Untuk pelapisnya, bercokol nama Erwinsyah Hasibuan dan Juanda Effendi.
Khusus lini tengah, kehadiran gelandang haus gol Zulkarnain membuat daya serang PSMS lebih menggigit. Faisal Azmi akan menjadi penyeimbang dengan menempati posisi gelandang bertahan. Alfian Habibi menjadi tandem yang pas dan cukup aktif merangsek ke lini depan.
Umpan-umpan akurat M Affan Lubis juga masih dibutuhkan untuk memanjakan lini depan. Tri Yudha dan Azuan Lubis bisa menjadi pelapis yang sepadan. Sementara itu, posisi striker masih cukup rawan karena hanya ada Rinaldo yang bisa diandalkan dan performa Rodrigo Santoni bersama Martial masih dalam tahap pemantauan.
Gambaran kerangka tim utama PSMS itu sudah bisa terlihat saat PSMS menggelar simulasi pertandingan dalam latihan maupun pada laga-laga ujicoba. Meski tak dipungkiri tim pelatih kerap melakukan bongkar pasang. Para pemain pun berlomba menunjukkan performa maksimalnya di setiap sesi latihan yang digelar.
Anggota Tim Pemandu Bakat PSMS Suyono mengakui, hampir 90 persen dari skuad inti pada simulasi PSMS merupakan calon skuad inti. "Hampir semuanya yang dipasang pada simulasi itu kandidat skuad inti. Paling ada beberapa yang dirubah, satu atau dua pemain," akunya tadi malam.
Di bawah mistar bersaing tiga nama perpaduan pemain berpengalaman dan pemain muda. Mereka adalah Syabani, Irwin Ramadhana dan Andi Setiawan. Untuk urusan jam terbang, Syabani pantas diunggulkan menempati posisi utama.
Pengalamannya memperkuat beberapa klub di tanah air seperti Persijap, Persija termasuk PSMS, menjadi nilai plus. Hal itu yang membuatnya lebih tenang di bawah mistar. Persaingan ketat pun terjadi di lini belakang.
Pengalaman Harry Syahputra berbicara di sini. Satu tempat akan diisi mantan bek timnas itu. Novi Handriawan juga cukup tangguh di belakang. Mantan bek PSDS itu akan didampingi eks bek Persiraja, Rahmat. Juga masih ada Parlin dan Ahmad Maulana Putra yang mungkin menjadi pemain pelapis.
Untuk posisi dua wing back tak dipungkiri menjadi milik Ari Yuganda dan Rifky Firdaus. Dua eks pemain PSDS itu punya kecepatan untuk diandalkan. Untuk pelapisnya, bercokol nama Erwinsyah Hasibuan dan Juanda Effendi.
Khusus lini tengah, kehadiran gelandang haus gol Zulkarnain membuat daya serang PSMS lebih menggigit. Faisal Azmi akan menjadi penyeimbang dengan menempati posisi gelandang bertahan. Alfian Habibi menjadi tandem yang pas dan cukup aktif merangsek ke lini depan.
Umpan-umpan akurat M Affan Lubis juga masih dibutuhkan untuk memanjakan lini depan. Tri Yudha dan Azuan Lubis bisa menjadi pelapis yang sepadan. Sementara itu, posisi striker masih cukup rawan karena hanya ada Rinaldo yang bisa diandalkan dan performa Rodrigo Santoni bersama Martial masih dalam tahap pemantauan.
Rabu, 25 Agustus 2010
Sebenarnya yang mengecewakan itu siapa??? Pengurus Atau Pemain????
MEDAN- Usai seleksi pemain selama dua bulan, PSMS Medan masih belum menemukan sosok striker yang pas. Terlebih Jacky Pasarela striker yang awalnya diandalkan PSMS memilih hengkang ke PSM Makassar. Kondisi musim lalu berpeluang terjadi.
Ya, musim lalu PSMS tak memiliki striker mumpuni. Sehingga sepanjang musim PSMS termasuk salah satu tim yang paling tak produktif. Hal itu diperparah dengan kualitas pemain secara keseluruhan yang biasa-biasa saja. Begitu juga dengan skuad saat ini.
Sekum Ayam Kinantan Idris SE, menyadari hal itu. Menurutnya proses merekrut pemain tak bisa lagi dengan cara seleksi. Karena hal itu butuh waktu panjang. “Jika tidak segera diatasi, permasalahan tahun lalu akan kembali terulang. PSMS kekurangan penyerang. Padahal target PSMS Medan tahun depan adalah naik ke Indonesia Super League,” kata Idris Selasa (24/8). Dikatakannya, dari puluhan pemain yang ikut seleksi tak satupun layak dijadikan striker.
Dan hal itu pun coba diatasi pengurus. Lini depan pun dibenahi. Satu pemain lokal asal Semen Padang bernama Febri Setiadi Hamzah sudah diundang untuk dilirik kemampuannya. Selasa lalu Febri sudah dites di Stadion Teladan.
Selain Febri, PSMS juga melirik pemain asing yang dianggap tepat untuk mengisi kekosongan lini depan. Martial Poungoeu asal Kamerun menjadi pilihan. Walau demikian, proses nego dengan legiun asing masih gelap.
Awalnya, PSMS sempat melirik mantan striker timnas U-21 bernama Donny Pane. Namun hal itu urung dilakukan karena berbagai alasan.
Sementara itu, satu legiun asing yang sempat membawa PSMS meraih runner-up Mbom Julien dengan tegas menolak bergabung dengan PSMS. Hal ini dikarenakan nilai kontrak yang kurang tepat. Beredar kabar, Mbom meminta kontrak senilai Rp700 juta namun PSMS menyanggupi Rp500 juta. Dan jumlah yang disanggupi PSMS itu juga belum pasti, karena pengurus masih tergantung keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin yang juga wakil wali kota Medan.
“Tampaknya saya urung membela PSMS. Nilai kontrak tidak sesuai. Saya butuh kepastian,” kata Mbom via sambungan telepon kemarin.
MEDAN - Penyeleksian legiun asing yang akan mengisi skuad PSMS seyogyanya telah berakhir. Tim pelatih sudah harus fokus mempersiapkan skuadnya menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011 yang akan segera bergulir awal Oktober mendatang.
Namun, dari sepuluh pemain asing yang unjuk kemampuan, baru satu yang performanya memuaskan yakni, Martial Pongoe, striker asal Kamerun. Sementara sisanya dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria.
Padahal, PSMS membutuhkan setidaknya tiga pemain asing. Satu pemain lain yang masih diberi kesempatan oleh tim pemandu bakat, Bruno Kasmir sudah dipulangkan tadi pagi. "Ya Bruno sudah pulang tadi pagi," ujar sekretaris umum PSMS, Idris, tadi malam, kepada Waspada Online.
Menurut Idris, pihaknya akan terus mendatangkan pemain asing ke Medan, sampai nantinya betul-betul mendapatkan yang sesuai harapan. "Pemain asing itu harus lebih menonjol dari pemain lokal. Kalau kualitasnya sama saja untuk apa kita rekrut. Jadi tidak masalah kalau memakan waktu yang lama," katanya.
Kalau terburu-buru, menurutnya, takutnya malah menjadi bumerang bagi kita. Seperti pemain-pemain asing musim lalu.
Untuk itu, direncanakan hari ini, tiga pemain asing akan didatangkan untuk diseleksi. Mereka adalah Rodrigo Santoni, eks striker Persikabo, Luciano Theiler eks pemain Persiba Bantul dan Ferry Asomah asal Liberia yang sebelumnya bermain di Lithuania.
"Mereka akan datang besok pagi. Mudah-mudahan permainannya sesuai dengan yang kita harapkan," kata pria berdarah Aceh itu, tadi malam.
Sementara Robert Acosta, eks striker seleksi timnas U-23 Paraguay, rencananya akan segera tiba dalam minggu ini. Eks striker PSM itu diharapkan dapat memenuhi harapan dari minimnya striker tajam.
Untuk striker lokal, performa Rinaldo, eks striker PSLS Lhoksemauwe tampaknya sudah cukup memuaskan. Dua golnya saat berujicoba dengan Thamrin Graha Metropolitan membuatnya diplot menggantikan posisi Jecky Pasarella, yang telah hengkang ke PSM.
Bersama Habibi akan segera dikontrak bersama pemain lainnya.
Pertanyaanya...
Apakah bisa mengharumkan nama Medan lagi???
Ya, musim lalu PSMS tak memiliki striker mumpuni. Sehingga sepanjang musim PSMS termasuk salah satu tim yang paling tak produktif. Hal itu diperparah dengan kualitas pemain secara keseluruhan yang biasa-biasa saja. Begitu juga dengan skuad saat ini.
Sekum Ayam Kinantan Idris SE, menyadari hal itu. Menurutnya proses merekrut pemain tak bisa lagi dengan cara seleksi. Karena hal itu butuh waktu panjang. “Jika tidak segera diatasi, permasalahan tahun lalu akan kembali terulang. PSMS kekurangan penyerang. Padahal target PSMS Medan tahun depan adalah naik ke Indonesia Super League,” kata Idris Selasa (24/8). Dikatakannya, dari puluhan pemain yang ikut seleksi tak satupun layak dijadikan striker.
Dan hal itu pun coba diatasi pengurus. Lini depan pun dibenahi. Satu pemain lokal asal Semen Padang bernama Febri Setiadi Hamzah sudah diundang untuk dilirik kemampuannya. Selasa lalu Febri sudah dites di Stadion Teladan.
Selain Febri, PSMS juga melirik pemain asing yang dianggap tepat untuk mengisi kekosongan lini depan. Martial Poungoeu asal Kamerun menjadi pilihan. Walau demikian, proses nego dengan legiun asing masih gelap.
Awalnya, PSMS sempat melirik mantan striker timnas U-21 bernama Donny Pane. Namun hal itu urung dilakukan karena berbagai alasan.
Sementara itu, satu legiun asing yang sempat membawa PSMS meraih runner-up Mbom Julien dengan tegas menolak bergabung dengan PSMS. Hal ini dikarenakan nilai kontrak yang kurang tepat. Beredar kabar, Mbom meminta kontrak senilai Rp700 juta namun PSMS menyanggupi Rp500 juta. Dan jumlah yang disanggupi PSMS itu juga belum pasti, karena pengurus masih tergantung keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin yang juga wakil wali kota Medan.
“Tampaknya saya urung membela PSMS. Nilai kontrak tidak sesuai. Saya butuh kepastian,” kata Mbom via sambungan telepon kemarin.
MEDAN - Penyeleksian legiun asing yang akan mengisi skuad PSMS seyogyanya telah berakhir. Tim pelatih sudah harus fokus mempersiapkan skuadnya menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011 yang akan segera bergulir awal Oktober mendatang.
Namun, dari sepuluh pemain asing yang unjuk kemampuan, baru satu yang performanya memuaskan yakni, Martial Pongoe, striker asal Kamerun. Sementara sisanya dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria.
Padahal, PSMS membutuhkan setidaknya tiga pemain asing. Satu pemain lain yang masih diberi kesempatan oleh tim pemandu bakat, Bruno Kasmir sudah dipulangkan tadi pagi. "Ya Bruno sudah pulang tadi pagi," ujar sekretaris umum PSMS, Idris, tadi malam, kepada Waspada Online.
Menurut Idris, pihaknya akan terus mendatangkan pemain asing ke Medan, sampai nantinya betul-betul mendapatkan yang sesuai harapan. "Pemain asing itu harus lebih menonjol dari pemain lokal. Kalau kualitasnya sama saja untuk apa kita rekrut. Jadi tidak masalah kalau memakan waktu yang lama," katanya.
Kalau terburu-buru, menurutnya, takutnya malah menjadi bumerang bagi kita. Seperti pemain-pemain asing musim lalu.
Untuk itu, direncanakan hari ini, tiga pemain asing akan didatangkan untuk diseleksi. Mereka adalah Rodrigo Santoni, eks striker Persikabo, Luciano Theiler eks pemain Persiba Bantul dan Ferry Asomah asal Liberia yang sebelumnya bermain di Lithuania.
"Mereka akan datang besok pagi. Mudah-mudahan permainannya sesuai dengan yang kita harapkan," kata pria berdarah Aceh itu, tadi malam.
Sementara Robert Acosta, eks striker seleksi timnas U-23 Paraguay, rencananya akan segera tiba dalam minggu ini. Eks striker PSM itu diharapkan dapat memenuhi harapan dari minimnya striker tajam.
Untuk striker lokal, performa Rinaldo, eks striker PSLS Lhoksemauwe tampaknya sudah cukup memuaskan. Dua golnya saat berujicoba dengan Thamrin Graha Metropolitan membuatnya diplot menggantikan posisi Jecky Pasarella, yang telah hengkang ke PSM.
Bersama Habibi akan segera dikontrak bersama pemain lainnya.
Pertanyaanya...
Apakah bisa mengharumkan nama Medan lagi???
Senin, 23 Agustus 2010
Merchindise
Nah... ini dia salah satu yang selalu di tuggu-tunggu para suporter...
apalagi kalo bukan Marchindise.... Teman-teman sekalian bisa mendapatkan Marchindise ini di sekretnya PFC, bagi yg mempunyai KTA akan mendapatkan discount yg bervariasi......
So... Tunggu apalagi???????
1. Kaos Ultras 1950
Neh baju keren banget dengan bahan yg kualitas tinggi dengan harga terjangkau, tetapi masalahnya baju ni sudah tidak di produksi lagi karena kita hanya membuat sebagai kejutan2 dari setiap anggota, kuota bajunya tidak banyak, hanya sekitar 400 ptg. dan tidak di produksi lagi.
2.Slayer Bulldog Psms Medan Fans Club
Ready Stock
Slayer Bulldog IDR 27.500
(discount untuk Member PSMS Fans Club)
menjadi IDR 25.000
Limited Edition
3. Kaos Indonesia Berkerah
baju indonesia..kaos berkerah..
tulisan dan lambang bordir...
warna hitam.hijau..merah...
50.000/ baju
45.000/ bju (bgi yang mmpunyai KTA).
4. Kaos PFC/Ultras 1950
Untuk kaos yg satu ini akan di hadirkan sebelum pertandingan PSMS Medan di divisi utama 2010-2011, tepatnya setelah habis lebaran di waktu lounching merchindise. untuk masalah harga tidak terlalu mahal, karena kita bukan cari keuntungan melainkan kebersamaan... untuk bahannya hampir sama dengan Diadora.
Tunggu apa lagi...
Harga Net: Rp. 45.000.-
KTA : 40.000.-
Keren... Keren... Keren, tujuannya neh biar selalu ada dimana saja yg namanya PFC dan Ultras 1950, termasuk di dinding-dinding rumah,kamar kita semua. Untuk pemesanan bisa dari sekarang, karena kalender ini akan di hadirkan juga pada lounchingnya Marchidise PFC/Ultras 1950. Kalo masalah harga nngak usah khawatir, sangat terjangkau bagi semua kalangan, sesuai dengan koceknya nya para pelajar.
6. T-Shirt Terbaru PFC
Kaos ini sudah dapat anda miliki segera, kalo memang anda semua berdarah hijau, datang segera ke sekret nya PSMS MEDAN FANS CLUB.
So.... Tunggu Apalagi????
Hubungi segera.....
Usman Toekoel : 081375407532
Atau datang langsung ke sekretnya Psms Medan Fans Club yang di Alamatkan:
Jl. KL. Yos SUdarso Km, 15 No 12 Medan Labuhan
Sumatera Utara
apalagi kalo bukan Marchindise.... Teman-teman sekalian bisa mendapatkan Marchindise ini di sekretnya PFC, bagi yg mempunyai KTA akan mendapatkan discount yg bervariasi......
So... Tunggu apalagi???????
1. Kaos Ultras 1950
Neh baju keren banget dengan bahan yg kualitas tinggi dengan harga terjangkau, tetapi masalahnya baju ni sudah tidak di produksi lagi karena kita hanya membuat sebagai kejutan2 dari setiap anggota, kuota bajunya tidak banyak, hanya sekitar 400 ptg. dan tidak di produksi lagi.
2.Slayer Bulldog Psms Medan Fans Club
Ready Stock
Slayer Bulldog IDR 27.500
(discount untuk Member PSMS Fans Club)
menjadi IDR 25.000
Limited Edition
3. Kaos Indonesia Berkerah
baju indonesia..kaos berkerah..
tulisan dan lambang bordir...
warna hitam.hijau..merah...
50.000/ baju
45.000/ bju (bgi yang mmpunyai KTA).
4. Kaos PFC/Ultras 1950
Untuk kaos yg satu ini akan di hadirkan sebelum pertandingan PSMS Medan di divisi utama 2010-2011, tepatnya setelah habis lebaran di waktu lounching merchindise. untuk masalah harga tidak terlalu mahal, karena kita bukan cari keuntungan melainkan kebersamaan... untuk bahannya hampir sama dengan Diadora.
Tunggu apa lagi...
Harga Net: Rp. 45.000.-
KTA : 40.000.-
5. Kalender 2011 PFC/Ultras 1950
Keren... Keren... Keren, tujuannya neh biar selalu ada dimana saja yg namanya PFC dan Ultras 1950, termasuk di dinding-dinding rumah,kamar kita semua. Untuk pemesanan bisa dari sekarang, karena kalender ini akan di hadirkan juga pada lounchingnya Marchidise PFC/Ultras 1950. Kalo masalah harga nngak usah khawatir, sangat terjangkau bagi semua kalangan, sesuai dengan koceknya nya para pelajar.
6. T-Shirt Terbaru PFC
Kaos ini sudah dapat anda miliki segera, kalo memang anda semua berdarah hijau, datang segera ke sekret nya PSMS MEDAN FANS CLUB.
So.... Tunggu Apalagi????
Hubungi segera.....
Usman Toekoel : 081375407532
Atau datang langsung ke sekretnya Psms Medan Fans Club yang di Alamatkan:
Jl. KL. Yos SUdarso Km, 15 No 12 Medan Labuhan
Sumatera Utara
Minggu, 22 Agustus 2010
Seputar PSMS Medan dan PFC Ultras 1950
Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatra Utara. PSMS Medan saat ini bermain di Liga Super Indonesia Liga Indonesia.
PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".
PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini.
Semua anak2 Medan Masih Cinta PSMS Semua anak2 Medan ingin lihat AYAM KINANTAN Betaji lagi
Semua anak2 Medan ingin Club Sepakbola kebanggan warga MEDAN BERTARUNG LAGI DI ISL.
gak ada tawar2 lagi. itu harus tercapai di tahun 2010 ini.
- PSMS MEDAN FANS CLUB est. 12 Juli 2008Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatra Utara. PSMS Medan saat ini bermain di Liga Super Indonesia Liga Indonesia. PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa... (baca selengkapnya)
- Misi:
- Rekor Perserikatan 1954 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta 1957 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar) 1967 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya 1971 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya 1975 - Juara bersama, dengan Persija Jakarta 1983 - Juara, mengalahkan Persib Bandung 1985 - Juara, mengalahkan Persib Bandung 1992 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang Rekor di Liga Indonesia 1994/1995 - Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat 1995/1996 - Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat 1996/1997 - Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah 1997/1998 - Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah (Liga dihentikan) 1998/1999 - Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak 10 Besar) 1999/2000 - Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat) 2001 - Semifinalis Divisi Utama (Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak 8 Besar) 2002 - Peringkat ke-11 Divisi Utama (Degradasi) 2003 - Divisi Satu, Peringkat ke-2 (Juara Grup A) 2004 - Peringkat ke-7 Divisi Utama 2005 - Peringkat ke-4 Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat, Peringkat ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar) 2006 - Peringkat ke-5 Wilayah Satu 2007 - Runner-up 2008 - degardasi ke divisi utama 2009 -divisi utama Gelar lain 2005 - Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos II (14 Februari 2005), di final mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor 5-1. 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos III (17 Desember 2005), di final mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1. 2006 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos IV(16 Desember 2006), di final mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-2 (1-1) melalui drama adu pinalti dan PSMS Medan dinobatkan sebagai pemilik abadi Piala Emas Bang Yos.
- Produk:
- 1.Ligina I : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Prestasi : Papan Tengah. Pemain Kunci : Iwan Karo-Karo, Abdul Rahman, Witya Fusen, Irfansyah. Komentar : PSMS pada saat tersebut dijuluki jago kandang karena sulit dikalahkan bila bermain di Medan. 2.Ligina II : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Prestasi : Papan Tengah Pemain Kunci : Ronaldo (Bra), Alessandro (Bra), Iwan Karo-Karo dkk. Komentar : Pada ligina ke-2 ini salah satu partai yang paling mengesankan adalah ketika PSMS bertandang ke kandang Pelita Jaya dan menang 4-3. Pencetak gol saat itu : Ronaldo, Alessandro, Khair Rifo (2). Salah satu pencetak gol Pelita saat itu : Giuseppe Accardi (Ita) yang sekarang diketahui berprofesi sebagai pemandu bakat bagi klub-klub Eropa. Pada musim ke-2 ini, adalah awal sejarah dimana PSSI mensubsidi dua pemain asing bagi setiap tim. 3.Ligina III : 3 Wilayah (Wilayah Tengah) Prestasi : Nyaris Degradasi Pemain Kunci : Khair Rifo, M. Halim, Brazio (Bra). Komentar : Merupakan awal bangkitnya PSMS diliga selanjutnya. Bermain cemerlang membuat dua pemain kunci Khair Rifo dan M. Halim berpindah haluan ke Persib pada musim berikutnya. 4.Ligina IV : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Prestasi : Peringkat 1 wilayah barat (sementara) Pemain Kunci : Saphou Lassy (Gbn), Alain Mambenda (Gbn), Meiyadi Rakasiwi, M. Affan Lubis. Komentar : Partai terakhir PSMS sebelum liga dihentikan adalah Vs PSIS dan kalah 1-2 di Teladan. Partai mengesankan adalah melawan Pelita Jaya dengan hasil 4-2 & 2-2 Pelita adalah tim favorit dengan duet Kurniawan dan Dejan Glusevic, tapi PSMS tidak terkalahkan ketika melawan mereka. Dan di musim kompetisi ini PSMS dikenal sulit ditaklukan baik ketika bermain kandang maupun tandang. Pelatih : Jairo Matos (Bra) tapi diganti oleh Suimin Dihardja. 5.Ligina V : 5/6 Wilayah ( Wilayah IA) Prestasi : Juara Wilayah dan Semifinalis. Pemain Kunci : Jean Michel Babouaken (Cam), Baco Sadissou (Cam), Affan Lubis, Sahari Gultom. Komentar : Partai Pertama 8 Besar PSMS - PKT 1-0 ( Babouaken ) PSMS kalah disemifinal ketika menghadapi Persebaya dengan adu pinalti, ketika itu PSMS mengenakan seragam putih. 6.Ligina VI : 2 Wilayah ( Wilayah Barat ) Pemain Kunci : Nelson Leon Sanchez (Chl), Jaime Rojas (Chl), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Slamet Riyadi. Prestasi : 8 Besar Group B di Makassar. Komentar : Merupakan tahun ketiga ditangani oleh Suimin Dihardja yang mana pelatih ini dikenal sebagi pelatih kampung yang membuat PSMS menjadi salah satu tim elit yang paling disegani di kompetisi utama Liga Indonesia. Selain itu pada musim ini, PSMS juga mengenalkan salah satu bintang lokal bernama Edu Juanda. 7.Ligina VII : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Pemain Kunci : Mourmada Marco (Gbn), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Supriyono, Edu Juanda, Sahari Gultom. Prestasi : Juara Wilayah Barat dan semifinalis Ligina. Komentar : Secara tragis PSMS kembali tersingkir di semifinal lewat adu pinalti yang kali ini dimenangi oleh PSM Makassar. PSMS sendiri ketika adu pinalti terpaksa menggunakan kiper kedua, Suprayetno setelah Sahari Gultom mengalami cedera. Musim ketujuh ini juga menjadi titik balik dari kekuatan PSMS yang membuat pelatih Suimin Diharja keluar. Skuad lainnya: Abdul Rahman Marasabessy, Mahadi, Lilik Suheri, Gunawan, M.Erwin, Agustiono. Sueb Suprarpto, Alamsyah Nasution, Sugianto, Slamet Riyadi. 8.Ligina VIII : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Pemain Kunci : Zulkarnaen, Nasib Rayadi, Francis Wolo (Lbr), Herman Pulalo, Saktiawan Sinaga, Syaiful Amri Harahap, Supriyono. Prestasi : Degradasi. Komentar : Prestasi paling buruk PSMS meski sempat mendapat bantuan tenaga dari Saphou Lassy. Pelatih : Abdul Rahman Gurning. 9. Ligina IX : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Pemain Kunci : M. Affan Lubis, Nasib Rayadi, Saktiawan Sinaga, Coli Misrun Prestasi : Peringkat 2 Divisi Satu dan Promosi ke Divisi Utama Pelatih : Nobon Kayamudin Komentar : Bermain di Divisi Satu adalah sejarah terburuk bagi salah satu tim pilar Liga Indonesia ini. Nabun di bawah tangan dingin pelatih Nobon Kayamudin, PSMS berhasil promosi ke Divisi Utama. Kendati membawa PSMS promosi, Nobon didepak oleh klub dan kemudian digantikan oleh pelatih Sutan Harhara. 10. Ligina X : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Pemain Kunci : M. Halim, Cristian Gonzales (Cili), Saktiawan Sinaga Prestasi : Peringkat ke-7 Wilayah Barat Pelatih : Sutan Harhara Komentar : Kembali ke Divisi Utama membuat PSMS tidak ingin lengah dan mengulang degradasi. Meski dibesut pelatih stylish Sutan Harhara, PSMS hanya bertengger di papan tengah Wilayah Barat. 11. Ligina XI : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Pemain Kunci : Alejandro Tobar (Cili), Alcidio Fleitas (Cili), Cristian Carrasco (Cili), Saktiawan Sinaga, Mario Alberto (Cili), Mbom Mbom Julien (Kamerun) Prestasi : Babak 8 Besar Pelatih : M. Khaidir Komentar : Di musim pertama menjadi pelatih utama di PSMS Medan membuat nama mantan pelatih kepala PSAD Medan M. Khaidir melejit menjadi salah satu pelatih yang cukup disegani di Liga Indonesia seiring dengan keberhasilannya membawa PSMS melaju ke putaran 8 Besar. 12. Ligina XII : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Pemain Kunci : Markus Horison, Alejandro Tobar (Cili), Mario Alberto (Cili), Mbom Mbom Julien (Kamerun), Greg Nwokolo (Nigeria), Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean Prestasi : Peringkat 5 Wilayah Barat Pelatih : M. Khaidir Komentar : Pada musim kedua kepelatihan M. Khaidir justru menjadi puncak karirnya bersama PSMS Medan setelah dituntut mundur pasca kekalahan kandang atas Persitara yang juga mampu mengalahkan PSMS di kandang Persitara yang ketika itu digelar di Cilegon, Banten. PSMS sendiri hanya menduduki posisi 5 dan gagal melaju ke babak 8 besar setelah pada pertandingan terakhir kalah 0-1 atas Persijap Jepara yang digelar di Stadion Teladan, Medan. Posisi kosong M. Khaidir untuk sementara diganti oleh Asisten Pelatih Rudi Sa'ari yang berhasil memboyong untuk ketiga kalinya event tahunan Piala Emas Bang Yos di Jakarta. Musim ini para pendukung PSMS dan anggota dewan memintar pertanggungjawaban APBD senilai Rp. 16 Miliar yang dikucurkan untuk mengikuti Ligina XII. 13. Ligina XIII : 2 Wilayah (Wilayah Barat) Pemain Kunci : Markus Horison, Murphy Kumonple Nagbe (Liberia), James Koko Lomell (Liberia), Legimin Raharjo, Usep Munandar, Mbom Mbon Julien (Kamerun), Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, Supardi, Gustavo Chena (Argentina) Pelatih : Freddy Muli Komentar : Inilah prestasi tertinggi PSMS Medan dengan menjadi finalis Liga Indonesia. Di partai puncaknya PSMS dikalahkan 1-3 oleh Sriwijaya FC yang juga berhasil menyingkirkan PSMS di babak semifinal Piala Indonesia. Hanya setahun menangani PSMS, pelatih Freddy Muli memilih kembali ke Persebaya yang dilatihnya sebelum hengkang ke PSMS Medan. 14.Hadirnya Dr. Sihar Sitorus sebagai PT TOGOS GOPAS (manajamen PSMS MEDAN) Prestasi Liga Super Indonesia 2008 Pemain Kunci : Ellie Aiboy, Markus Horison, Okto Maniani, Zada, Mario Costas. Pelatih : Rudi Keltjes Mengawali Musim pertama penyelenggaraan Liga Super, PSMS dilanda banyak masalah. Mulai dari eksodus besar-besaran para pemain bintang yang keluar karena masalah gaji yang tak terselesaikan, ditambah Stadion Teladan yang tak lulus stratifikasi Liga Super yang membuat PSMS harus menjadi tim musafir yang berpindah - pindah home base hingga masalah perpecahan di tubuh Tim. PSMS mengawali liga super dengan sangat buruk. Di bawah asuhan Eric William, PSMS berkutat di zona deglarasi sepanjang paruh musim pertama. Melihat prestasi ini, Eric William akhirnya didepak digantikan oleh Lestiadi. Memasuki putara kedua liga super pembenahan besar besaran dilakukan. Diantaranya menarik Rudi Keltjes sebagai Pelatih Kepala mengganti posisi Lestiadi yang dijadikan Assisten Pelatih, hingga berpindah homebse dari Stadion Siliwangi Bandung menjadi Stadion Jakabaring Palemban. Hasilnya sedikit demi sedikit PSMS berhasil merangkak keluar dari zona deglarasi. Bahkan di kompetisi AFC Cup PSMS berhasil membuat rekor sebagai klub Indonesia pertama yang berhasil lolos ke Babak 16 Besar setelah menjadi Runner Up Group F dibawah South China FC dari Hongkong walau kemudian ditundukkan Chonburi FC dari Thailand di Perdelapan Final. Namun sayang di akhir kompetisi PSMS harus finish di urutan ke 15 yang mengharuskan ayam kinantan menjalani laga Play-Off menghadapi peringkat 4 Divisi Utama Persebaya Surabaya memperebutkan Tiket Liga Super musim depan. PSMS akhirnya terdeglarasi untuk kedua kalinya setelah pada partai tersebut PSMS takluk 6-7 dalam drama adu penalti di Stadion Siliwangi Bandung. untuk kedua kalinya PSMS harus menerima kenyataan terdeglarasi setelah pada musim sebelumnya menjadi Runner Up liga.
sing:
KAMI DISINI ANAK-ANAK MEDAN SAMPAI MATI UNTUKMU KINANTAN SEMUA DEMI MEDAN... TERIAK MEDAN !!!
Ikon PFC:
usman Toekoel
Ucok Loemba Loemba
Langganan:
Komentar (Atom)
















