Rabu, 06 Oktober 2010

PSMS DI TANTANG LABUSEL, PSMS MEDAN FANS CLUB DUKUNG PSMS IKUT LPI

Medan, 6/10 (ANTARA) – Dalam rangkaian persiapan menghadapi kompetisi divisi utama Liga Indonesia dan Liga Primer Indonesia, tim PSMS akan melakukan uji tanding ditantang Persepara Torgamba, Labuhan Batu Selatan, 10 Oktober mendatang.
“PT Tasik Raja mengundang PSMS untuk menjadi lawan tanding Persatuan Sepakbola PT Tasik Raja (Persepara), Minggu mendatang. Kami bersedia dan pengurus pun setuju,” ujar asisten pelatih PSMS, Suyono, di Medan.
Suyono mengatakan, uji tanding tersebut dilakukan untuk memantapkan tim menerapkan metode latihan yang diberikan pelatih selama ini.
“Uji tanding ini sebagai evaluasi dari kekurangan yang terjadi pada waktu turnamen di Stabat (Ngogesa Sitepu Cup I). Beberapa kesalahan mendasar dilakukan tim secara keseluruhan,” katanya.
Suyono menyebutkan, penerapan metode datang dari belakang (coming from behind), penumpukan pemain pada saat pertandingan, serta “take in-take out” belum optimal dimainkan.
“Usai pertandingan itu evaluasi dilakukan dan menjadi meteri latihan tim. Jadi diharapkan hasilnya bisa diimpelementasikan pada pertandingan nanti,” ujar pegawai PT Pos Indonesia di Medan ini.
Ke-26 pemain PSMS rencananya bakal diboyong ke Torgamba untuk uji tanding itu dan akan berangkat dengan menggunakan kereta api jurusan Medan-Rantau Prapat yang berangkat Sabtu malam.
Meski hanya sebatas uji tanding, namun penampilan PSMS di sana bakal didukung penuh oleh PSMS Medan Fans Club.
Ketua Umum PSMS Medan Fans Club, Jannes Simanjuntak mengatakan, direncanakan PSMS Medan Fans Club akan berangkat ke Torgamba memberikan dukungan kepada M Afan Lubis dan kawan-kawan pada eksebisi tersebut.
“Jangankan cuma ke luar kota di wilayah Sumut, ke pulau Jawa pun kami tetap datang,” tandasnya.

  Dan Kelompok suporter Medan Fans Club mendukung PSMS untuk mengikuti Liga Primer Indonesia, yang bakal digelar pertengahan Oktober 2010, ungkap Ketua Umum Medan Fans Club, Jannes Simanjuntak, di Medan.
“Kami mendukung sepenuhnya PSMS ke depan. Apalagi kami melihat, sejak ikut Liga Indonesia PSMS tidak ada melakukan pembinaan akibat kesulitan dana. Dengan Liga Primer Indonesia, kami berharap mampu menjadi pelopor perbaikan sepak bola Indonesia,” ujar Jannes.
Terkait ancaman pencoretan yang diumumkan PSSI kepada peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Jannes menyatakan hal itu bukan sebuah ancaman yang perlu ditakuti.
Apalagi selama ini, PSMS merupakan klub yang sering diperlakukan tidak adil oleh pemegang otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia.
“Pilihan yang terbaik itu ikut LPI. Kalau ancaman itu biasa. Kami juga sudah muak dengan PSSI sejak dari final PSMS tanpa penonton, lalu ketiadaan degradasi untuk beberapa klub tertentu. Hal itu menunjukkan selama ini PSMS juga sudah sering dirugikan,” ungkapnya.
Belum lagi dana APBD yang selama ini digelontorkan klub untuk mengikuti Liga Indonesia. Menurutnya, keikutsertaan PSMS di kompetisi sepak bola di tanah air itu menciptakan kerugian semata-mata.
Selain cuma menghambur-hamburkan uang rakyat, nyaris tidak ada keuntungan yang diperoleh dari ajang tersebut.
“Kalau memang PSMS merasa bisa untuk menjalankan Divisi Utama tanpa dukungan APBD, silakan saja. Tapi kalau hanya memanfaatkaan APBD untuk apa? Lagi pula selama ini fungsi manajer di klub divisi utama itu belum jelas,” tegasnya.
Berbeda dengan LPI yang mengusung profesionalitas klub sepak bola di Indonesia. Menurutnya, LPI juga akan membuat klub bisa profesional dengan manajemen yang jelas termasuk hubungan tim dengan sponsornya.
“Untuk PSSI, kami heran kenapa LPI dimusuhi kalau memang untuk memperbaiki sepak bola Indonesia? Lihat saja dulu Inggris dan Spanyol awalnya tidak jelas. Dengan adanya pionir untuk mengubah sepak bola, liga kedua negara itu menjadi yang terbaik di dunia. Kalau untuk perubahan positif, seharusnya didukung,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar